Di ujung tulisan ini, Penulis ingin mengajak semua pihak berhenti sejenak dan merenung, apa gunanya jika tidak saling mengerti, bukan saling memahami. Hidup ini baku mengerti saja. Pemekaran bukanlah akhir dari pembangunan, tapi bisa menjadi awal kehancuran jika dipaksakan di atas fondasi yang rapuh. Sofifi bisa dibangun, tapi bukan dengan cara menjadikannya DOB yang cacat sejak dalam wacana. Sofifi harus diperkuat, tidak dengan memisahkannya, tetapi dengan mengakarnya dalam tradisi, budaya, dan pelayanan publik yang bermartabat.

Tulisan ini penulis angkat berdasarkan pada kegelisahan sekaligus sikap tolak DOB dalam melihat ketimpagan dan demonstrasi yang kian memanas kiri kanan antar masyarakat yang pro dan kontra terkait DOB. Mengutip kalimat yang disampaikan oleh Anis Baswedan bahwa ”bagaimana rasanya melihat para elit sibuk membangun istana megah di tengah ketimpangan rakyat yang menderita”.

Sekian, Terimakasih. Suba Jou. Akhir kata, coba pikir bae-bae soal DOB itu.

 

 

 

 

 

 

BACA JUGA   Upaya Mencegat Kampanye Ubaid-Anjas Diduga Kuat Ada Intruksi, Polisi Diminta Usut Pelaku dan Dalang!