Hari semakin sore menuju malam, satu demi satu warga kembali pulang. Oleh-oleh ditenteng dengan hati yang senang, sementara si Jomblo semakin tak tenang, di malam minggu hanya bisa mengenang. 

BACA JUGA   Smelter-Smelter Kehancuran: Anak Haram dari Pengusaha dan Penguasa yang Seranjang