Ternate – Turut serta dalam event Earth Hour. Besok, selama satu jam tepatnya pada pukul 21.30 hingga 22.30 WIT, seluruh Kota Ternate akan memadamkan lampu.

Gerakan ini mengajak orang-orang di seluruh dunia untuk memberikan satu jam untuk bumi dan hemat energi. Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman mengatakan, ini gerakan awal dan pertama kali dilakukan di Indonesia bagian timur. Dan hanya memadamkan lampu bukan listrik.

“Di masjid dan rumah sakit, lampu tetap menyala. Begitu pun listrik. Karena ada yang tadarus. Pelayanan rumah sakit tetap berjalan,” ujar Tauhid. Jum’at (21/3).

Kegiatan ini akan dipusatkan di Landmark Kota Tenate, setelah tarawih. Seluruh Forkompinda akan turut hadir. Sebagai penanda memadamkan lampu secara serentak, Wali Kota dan Forkonpimda akan membunyikan Dolo-dolo atau kentongan yang terbuat dari bambu pada pukul 21.30 lalu menyalakan 150 lilin membentuk 60+ di Landmark kota.

“Dalam event ini, panitia yang terlibat dari pemerintah kota, aktivis lingkungan, jurnalis, menyediakan 1000 kue pelita untuk untuk dibagi-bagi,” kata Wali Kota.

Selain itu, M. Tauhid bilang, gerakan memadamkan lampu adalah bagian dari semangat tradisi. Apalagi Kota Ternate sebentar lagi akan melaksanakan malam Ela-ela. Di mana, tradisi ini juga ada Sigofi Gam, tradisi mengusir wabah dari kampung kita ini.

“Orang tua-tua kita terdahulu berjalan mengelilingi kampung, untuk mendoakan keselamatan. Sambil membawa obor sebagai penanda tradisi malam Ela-ela. Semangat gerakan Mematikan lampu dan menyalakan lilin tidak terlepas dari semangat tradisi kita yang tadi,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kota Ternate, Rizal Marsaoly mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi teknis Pelaksanaan Earth Hour yang melibatkan beberapa instansi yakni Kadis Perhubungan, Kadis Perindag, Kadis Pariwisata, Kaban BP2RD, Kadis Diskomsandi, dan Kasat Pol PP.

BACA JUGA   Sosialisasi Pengurus FPTI Malut, Fitra: Kita Akan Bentuk PENGCAB di 5 Kabupaten/Kota

Instansi terkait ini, diberikan peran masing-masing untuk mensukseskan pelaksanaan Earth Hour.

“Jadi, seluruh lampu yang ada di bagian Kota Ternate akan dipadamkan secara total,” ujarnya.

Selain itu, Rizal bilang, memang gerakan kebaikan ini, untuk menjaga bumi, masih perlu disosialisasi terus, sebab ada yang mengira listrik dipadamkan. Padahal hanya lampu. Dan tidak semua lampu dipadamkan. Misal, jika ada yang tadarusan, tidak perlu memadamkan lampu. Apalagi di rumah sakit.

“Sekali lagi. Ini hanya memadamkan lampu, bukan listrik. Selain itu, gerakan yang dilakukan oleh seluruh kota di dunia ini, sebenarnya juga telah dilakukan oleh orang tua kita terdahulu dalam hal hemat energi. Seperti setiap malam, pasti orang tua kita menjelang tidur akan memadamkan lampu di area tertentu di rumah,” ungkapnya.

Reporter: Tim Sentra

Editor: M. Rahmat Syafruddin