Reses Nurul Asnawiah, di Desa Maregam, Kecamatan Tidore Selatan,

Tidore – Potensi kerajinan gerabah di Desa Maregam, Kecamatan Tidore Selatan, menjadi perhatian utama Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, Nurul Asnawiah, saat melaksanakan Reses III Tahun 2025, Kamis (28/8/).

Ia menegaskan, pengembangan gerabah sebagai produk lokal harus ditopang dengan rumah produksi yang representatif.

Dalam pertemuan yang dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, dan puluhan warga, Nurul menerima setidaknya 12 aspirasi. Meski mayoritas berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, mulai dari perbaikan jalan, terminal, pagar sekolah, hingga penahan ombak, namun aspirasi tentang penguatan sektor produktif, khususnya gerabah Maregam, disebutnya sebagai prioritas.

“Gerabah Maregam punya nilai ekonomi sekaligus identitas budaya. Saya bercita-cita ada rumah produksi yang bisa mengangkat kualitas, daya saing, hingga akses pasar bagi pengrajin,” ujar Asnawiah.

Ia menambahkan, dukungan modal, sarana produksi, pelatihan keterampilan, serta strategi pemasaran perlu dipadukan dalam satu skema agar pengembangan gerabah berjalan berkelanjutan.

“Pembangunan fisik penting, tapi pemberdayaan ekonomi lokal tidak kalah urgen,” tegasnya.

Kepala Desa Maregam, Rakib Soleman, menyambut baik komitmen tersebut. Menurutnya, masyarakat sangat menunggu perhatian serius terhadap potensi lokal. “Kami sudah susun aspirasi sesuai skala prioritas, dan gerabah masuk dalam daftar penting untuk dikawal,” katanya.

Reses kemudian ditutup dengan dialog hangat antara Nurul dan warga. Politisi Dapil 3 itu meninggalkan Maregam dengan janji mengawal aspirasi masyarakat, khususnya menjadikan gerabah sebagai ikon ekonomi produktif desa.

Reporter : Tim Sentra

Editor : M. Rahmat Syafruddin

BACA JUGA   Murad Polisiri Ingin Ismail Dukomalamo Jadi PJ Walikota Tidore Kepulauan