Haltim – Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) mendapat jatah 2,2 ton beras dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional yang digelar Kementerian Pertanian RI bersama Bulog, Sabtu (30/8).
Kegiatan yang berlangsung di pendopo Jiko Mobon, Desa Soagimala, Kecamatan Kota Maba itu dihadiri Bupati Haltim, Drs. Ubaid Yakub, M.PA, melalui virtual Zoom Meeting. Acara ini juga diikuti secara nasional oleh Mendagri Tito Karnavian, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Dr. Budi Santoso, serta Kepala Bulog Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani.
Dalam sambutannya, Bupati Ubaid berharap kegiatan tersebut berjalan tertib sehingga semua masyarakat bisa kebagian beras dengan harga murah.
“Saya berharap agar warga tidak saling berebut. Beli dengan tertib, tidak boleh lebih dari satu paket supaya semua yang datang bisa mendapat bagian,” imbaunya.
Ia menegaskan, GPM bukanlah program bagi-bagi beras gratis, melainkan subsidi harga oleh pemerintah. Misalnya, harga beras di pasar yang berkisar Rp17 ribu per kilogram dijual di lokasi GPM hanya Rp15 ribu per kilogram, selisih Rp2 ribu ditanggung pemerintah.
“Ini namanya gerakan pangan murah, jadi jangan disalahartikan gratis. Barangnya tetap dibeli, tapi dengan harga lebih rendah karena ada subsidi pemerintah,” jelasnya.
Ubaid juga menyebutkan, sejak awal Agustus Pemda Haltim telah melaksanakan Gerakan Pangan Mandiri, yang berbeda dengan GPM. Jika pangan mandiri menyasar penerima tertentu, maka pangan murah berlaku bagi seluruh masyarakat dengan harga terjangkau.
“Jadi hari ini yang dilakukan adalah gerakan pangan murah serentak di seluruh Indonesia. Semua masyarakat bisa membeli dengan harga yang lebih murah,” tambahnya.
Tak lupa, Bupati menyampaikan apresiasi kepada warga Kota Maba yang sudah antusias datang dan membeli beras serta sembako yang disediakan.
Reporter : Bahtiar Abdurrahman
Editor : M. Rahmat Syafruddin