Halsel – Pembayaran gaji Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Selatan (Halsel) masih bermasalah.
Meski anggaran sebesar Rp 12 miliar telah disiapkan, banyak guru PTT mengaku belum menerima gaji mereka, terutama menjelang Lebaran.
Sejumlah tenaga pendidik tersebut mengungkapkan kekecewaan mereka, karena janji pembayaran sebelum Lebaran tak kunjung terealisasi.
“Kami masih menunggu, tapi sampai sekarang gaji belum juga dibayarkan,” keluh salah seorang guru.
Tak hanya soal gaji, polemik pemotongan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) juga mencuat. Terutama di Dinas Kesehatan, di mana pemotongan bervariasi, mulai dari Rp900.000 hingga Rp1.500.000.
Menanggapi persoalan ini, Ketua DPC Gerakan Pemuda Marhaenisme (GPM) Halsel, Harmain Rusli, mendesak Bupati Bassam Kasuba untuk segera bertindak.
“Pemerintah harus segera menyelesaikan masalah ini. Jangan menutup mata terhadap hak-hak pegawai, baik guru maupun tenaga kesehatan,” tegasnya. Kamis (27/3)
DPC GPM Halsel berharap pemerintah daerah tidak hanya memberi janji, tetapi juga mengambil langkah nyata untuk memastikan kesejahteraan para pegawai yang telah berdedikasi bagi daerah.
Reporter: Sahrul
Editor: M. Rahmat Syafruddin