Tidore – Bagi sebagian orang, gaji sebagai anggota DPRD adalah hak pribadi yang dipakai untuk kebutuhan keluarga. Namun, tidak bagi Sarmin Mustari. Politisi PDI Perjuangan ini memilih langkah berbeda: membagi sebagian gajinya untuk para ketua RT, RW, dan LPM di Kelurahan Dokiri, Kecamatan Tidore Selatan.
Langkah itu ia sampaikan langsung di hadapan para ketua RT dan RW saat agenda reses, Kamis (28/8). Dengan suara tegas, Sarmin mengulang janji yang pernah ia ucapkan sebelumnya.
“Setiap triwulan, saya akan sisihkan Rp3 juta dari gaji saya. Uang ini akan menambah insentif tujuh ketua RT, dua ketua RW, dan satu ketua LPM. Dari semula Rp450 ribu per orang, kini menjadi Rp750 ribu,” ujarnya.
Bagi Sarmin, ketimpangan insentif antara imam, sara, dengan RT/RW adalah persoalan serius. RT dan RW, kata dia, adalah garda terdepan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Tetapi insentif yang mereka terima justru paling kecil.
“Ini soal penghargaan terhadap kerja. Saya ingin mereka punya semangat baru dalam melayani warga,” tambahnya.
Janji itu bukan sekadar wacana. Mulai Agustus 2025 hingga akhir masa jabatannya, Sarmin memastikan hibah gaji ini akan terus berjalan. Meski ia sadar, kebijakan ini baru bisa menyentuh lingkup Kelurahan Dokiri saja.
Di sisi lain, Sarmin mengaku sudah mengusulkan penambahan insentif RT/RW ke pemerintah daerah lewat Bagian Bina Kesra. Namun, usulan itu masih terganjal kondisi fiskal.
“Kalau fiskal daerah sudah membaik, kami di Komisi I akan bicarakan lagi. Karena bagi saya, RT dan RW adalah mitra strategis pemerintah,” tutupnya.
Reporter : Tim Sentra
Editor : M. Rahmat Syafruddin