Tidore – Talkshow hari ke-6 pada kegiatan yang diprakarsai Gekrafs Tidore dalam event Tiba-Tiba Ramadhan mengusung tema “Potensi Ruang Kolaborasi untuk Ekraf dan Pengembangan Potensi Lokal.”

Acara dimulai pada pukul 21.30 WIT yang diawali dengan lomba fashion show oleh teman-teman dari SMK 1 Kota Tidore Kepulauan. Dan dilanjutkan dengan Talkshow yang menghadirkan narasumber seperti Owner Kapita.Id, Rusly Oches, Owner Wildhouse Production, Sudarmono Tan, Kepala Suku Music Corner, Eross, dan Ketua Jejaring ICCN, Zandry Aldrin. Nama-nama diatas merupakan para pelaku ekraf dan pegiat komunitas di bidangnya, sayangnya dua nama terakhir berhalangan hadir. Jum’at (21/3).

Talkshow dipandu langsung oleh Teguh Tidore. Dalam diskusi tersebut Owner Clothing Kapita.Id, Rusly Oches, menyampaikan bahwa dalam era saat ini untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif diperlukan kolaborasi. Ekosistem yang dimaksud adalah ekosistem fisik dan ekosistem digital.

“Ada dua faktor penting menurut saya dalam membangun ekosistem di era kolaborasi saat ini, yaitu pertama ekosistem fisik dan ekosistem digital,” jelasnya.

Oches meneruskan, saat ini yang paling urgent adalah kolaborasi menentukan kebutuhan komunitas. Dengan hadirnya Gekrafs di Tidore lanjut Oches, dapat mewadahi kebutuhan komunitas di musrembang sebagaimana yang telah dilakukan oleh teman-teman komunitas di Ternate.

“Semoga dengan adanya Gekrafs di Tidore dapat mewadahi kebutuhan komunitas di dalam musrembang, mungkin itu langkah awal untuk mereka tau apa yang dibutuhkan disini,” pungkas Oches.

Sementara itu, Sudamono Tan menyampaikan bahwa di Tidore sendiri iklim kolaborasi sudah sangat bagus, hanya saja belum terarah. Ada dua poin penting untuk mewujudkan itu semua sambung Ono, yakni musrembang komunitas dan City Branding.

“Kolaborasi di Tidore sendiri sudah sangat bagus, hanya kurang terarah. Saya ada dua poin, yang pertama sepemikiran sama Oches tadi yaitu adanya musrembang komunitas sebagai wadah aspirasi kebutuhan dari komunitas dan yang kedua city branding, adanya city branding sebagai acuan dari master plan yang telah dibuat,” jelasnya.

BACA JUGA   Pasar Gosalaha Masih Sepi Pengunjung

Ono menilai, pemerintahan yang baru di Tidore saat ini sangat mendukung atmosfir pertumbuhan Ekraf. Baginya, sebaik apapun kolaborasi tapi tanpa punya arah akan seperti yang sudah-sudah.

“Saya rasa kepemimpinan baru ayah Erik dan Abang Leman, saat ini sangat mendukung Ekraf. Torang kolaborasi seperti apapun harus ada input ada sasaran, istilahnya yang tong tuju itu apa? Torang punya arah ini kemana. Mudah-mudahan hadirnya Gekrafs dapat menjawab semua tantangan yang ada,” harapnya.

Reporter: Aalbanjar

Editor: M. Rahmat Syafruddin