Haltim – Lonjakan harga beras medium yang tembus Rp19 ribu per kilogram membuat Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur (Pemda Haltim) mengambil langkah darurat dengan menggencarkan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Bupati Haltim, Drs. Ubaid Yakub, MPA, mengatakan kenaikan harga beras tidak hanya terjadi di Haltim, tetapi juga merata secara nasional. Pemda kini tengah mempelajari penyebab kenaikan, mulai dari keterbatasan suplai, tingginya permintaan, hingga kendala distribusi.

“Apakah karena suplai terbatas, permintaan tinggi, atau kendala distribusi dan transportasi, itu yang akan kita dalami,” jelas Ubaid usai mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi bersama Mendagri, Senin (8/9).

Ia menambahkan, Mendagri telah menekankan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dalam menekan lonjakan harga pangan. Rakor pengendalian inflasi dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Rabu mendatang.

Menindaklanjuti arahan itu, Bupati menugaskan Dinas Perindagkop Haltim melakukan pengecekan harga di pasar. Hasilnya, harga beras medium di sejumlah titik memang sudah mencapai Rp19 ribu per kilogram.

Ubaid berharap dengan percepatan penyaluran beras SPHP dan evaluasi rantai distribusi, harga beras di Haltim bisa kembali stabil.

Reporter : Bahtiar Abdurrahman

Editor : M. Rahmat Syafruddin

BACA JUGA   Tuduh Pimpinan PT Babang Raya Lakukan Konspirasi Jahat, Seorang Pria di Bacan Bakal Dipolisikan