Tidore – Hujan deras kembali memicu banjir di Kelurahan Bobo, Tidore Utara, Selasa (23/9). Material pasir terbawa arus hingga menutup sekitar 50 meter ruas Jalan Sultan Abidin Syah, jalur nasional penghubung Rum–Soasio yang bakal dilintasi peserta Tour The Pattimura pada 27 September mendatang.

Ketua Komisi III DPRD Tidore, Ardiansyah Fauji, mendesak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara segera membangun gorong-gorong permanen di titik rawan. Ia menegaskan, langkah cepat wajib dilakukan agar banjir tidak lagi meluap ke jalan.

“Kami minta Balai Jalan segera bertindak. Kalau tidak, bisa fatal bagi kelancaran event nasional,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas PU Tidore, Abdul Muis Husain, yang menekankan pentingnya penanganan cepat. Menurutnya, jalur tersebut merupakan kewenangan nasional sehingga perlu ada perhatian serius dari BPJN. “Kami khawatir jika banjir terulang saat Tour The Pattimura berlangsung,” ujarnya.

Sementara itu, BPBD bersama warga telah menurunkan dua ekskavator untuk membersihkan material dan menormalisasi aliran air. Kalak BPBD, Muhammad Abubakar, memastikan banjir berasal dari aliran pegunungan akibat hujan deras, bukan dari aktivitas galian C.

Banjir di Bobo disebut sudah terjadi tujuh kali sepanjang tahun ini, namun dua kejadian terakhir paling parah. Pada Jumat lalu, 26 rumah warga terdampak, dua di antaranya kemasukan material hingga ke dalam rumah. Warga pun berharap penanganan permanen segera diwujudkan sebelum event internasional itu digelar.

Reporter : Tim Sentra

Editor : M. Rahmat Syafruddin

BACA JUGA   Bahas Stunting, Pemkot Tidore Ikuti Rakor Bersama Kemenkes