Tidore – Kota Tidore Kepulauan mendapat kunjungan kehormatan dari Duta Besar Austria untuk Indonesia, Dr. Thomas Loidl, bersama rombongan, yang berlangsung di Kedaton Kesultanan Tidore, Kamis (8/1).
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, Jojau Kesultanan Tidore Ishak Naser, serta para Bobato Kesultanan Tidore.
Kehadiran Dubes Austria ini menjadi momen penting dalam mempererat hubungan sejarah sekaligus membuka peluang kerja sama antara Austria dan Tidore Kepulauan.
Jojau Kesultanan Tidore, Ishak Naser, yang mewakili Sultan Tidore beserta seluruh perangkat kesultanan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.
Ia berharap pertemuan ini dapat menjadi pintu masuk bagi terjalinnya kerja sama di berbagai bidang, termasuk pertukaran budaya dan kolaborasi yang saling menguntungkan.
“Kami berharap kunjungan ini dapat membuka peluang kerja sama, baik dalam pertukaran kebudayaan maupun bentuk kerja sama lain yang membawa manfaat bagi kedua belah pihak. Kami juga berharap setiap orang yang berkunjung ke Kadato Kie Kesultanan Tidore dapat mengenal dan mempelajari sejarah serta kebudayaan Tidore lebih dalam,” ujar Ishak.
Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo juga menyambut positif kunjungan Dubes Austria tersebut. Menurutnya, kunjungan ini merupakan langkah awal yang strategis untuk membangun kolaborasi antara Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan dengan Kedutaan Besar Austria, khususnya dalam bidang pendidikan dan pariwisata.
“Kunjungan ini menjadi awal untuk membangun kerja sama strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan potensi pariwisata, serta memperkuat sistem pendidikan di Kota Tidore Kepulauan,” ungkap Ismail.
Sementara itu, Duta Besar Austria untuk Indonesia, Dr. Thomas Loidl, mengaku senang dapat berkunjung ke Maluku Utara, khususnya Kota Tidore Kepulauan yang memiliki sejarah besar dalam perjalanan Indonesia.
“Ada banyak alasan mengapa saya ingin datang ke Tidore. Saya ingin mengeksplorasi sejarah Tidore dan melihat apa saja yang bisa kita kerjakan bersama ke depan,” kata Thomas.
Ia menjelaskan, kunjungannya ke Tidore didasari oleh tiga alasan utama, yakni sosial, politik, dan budaya. Dari sisi sejarah, Thomas mengungkapkan bahwa terdapat catatan tentang orang Austria pertama yang pernah datang ke Tidore dan Ternate sekitar tahun 1621 dan tinggal selama kurang lebih tujuh tahun.
“Sepanjang perjalanan tersebut, ia menulis catatan perjalanan. Catatan itu kemudian kami terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan dicetak menjadi sebuah buku yang nantinya akan kami serahkan,” jelas Thomas.
Berdasarkan fakta sejarah tersebut, Thomas meyakini bahwa hubungan antara Austria dan Tidore telah terjalin sejak lama. Selain menyoroti aspek sejarah.
Ia juga berharap adanya kerja sama dengan Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan melalui program pelatihan dan pengembangan kapasitas.
Usai melakukan kunjungan di Kedaton Kesultanan Tidore, Duta Besar Austria bersama rombongan melanjutkan agenda dengan mengunjungi sejumlah situs bersejarah di Kota Tidore Kepulauan, di antaranya Benteng Torre di Kelurahan Soasio serta eks Kediaman Gubernur Irian Barat di Kelurahan Tomagoba.






