Hadirkan Ahli Proteksi Tanaman, FOLU Net Sink DKSHE IPB Tingkatkan Kapasitas Petani

Oplus_131072

SUKABUMI – Implementing Partner FOLU Net Sink DKSHE IPB University kembali memperkuat kapasitas petani desa penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) melalui pelatihan pengendalian hama dan penyakit tanaman yang digelar pada Senin (15/6).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Peningkatan Kapasitas Petani Desa Penyangga TNGHS dalam Pengelolaan Lahan Berkelanjutan sebagai langkah persiapan menuju pengusulan areal preservasi.

Pelatihan yang memasuki hari kedua itu diikuti petani dari empat desa intervensi program.

Dalam agenda tersebut, FOLU Net Sink DKSHE IPB menghadirkan dua pakar dari Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB University, yakni Bonjok Istiaji, S.P., M.Si., ahli Entomologi, serta Dr. Efi Toding Tondok, S.P., M.Sc., yang memiliki kepakaran di bidang Fitopatologi dan Mikologi.

Kegiatan berlangsung interaktif karena para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mendapatkan kesempatan berkonsultasi langsung mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi di lahan pertanian.

Sejumlah petani bahkan membawa sampel tanaman cabai dan tomat yang terserang hama maupun penyakit untuk diidentifikasi secara langsung oleh para narasumber.

Berbagai gejala kerusakan tanaman menjadi bahan diskusi dalam pelatihan tersebut, mulai dari perubahan warna daun, serangan serangga, hingga penyakit yang berdampak pada penurunan produktivitas.

Para pakar kemudian menjelaskan teknik identifikasi dini, faktor penyebab serangan, serta langkah-langkah pengendalian yang dapat diterapkan sesuai kondisi lapangan.

Suasana forum, dok; (Istimewa).

Dalam pemaparannya, Bonjok Istiaji menekankan bahwa perubahan iklim saat ini turut memengaruhi perkembangan hama dan penyakit tanaman.

Menurutnya, perubahan suhu, curah hujan, serta kondisi lingkungan lainnya dapat memicu munculnya jenis serangan baru maupun meningkatkan intensitas serangan organisme pengganggu tanaman yang selama ini telah dikenal petani.

Ia menilai peningkatan kapasitas petani dalam mengenali dan mengendalikan hama serta penyakit tanaman menjadi semakin penting di tengah tantangan perubahan iklim yang terus berlangsung.

BACA JUGA   Listrik PLN Masuk Mare, Walikota Tidore Gelar Pertemuan dengan Kepala Desa

Selain itu, Bonjok juga mengaitkan praktik pengelolaan lahan berkelanjutan dengan upaya mitigasi perubahan iklim yang menjadi bagian dari program FOLU Net Sink.

“Yang perlu terus dilakukan adalah menanam dan menjaga tanaman. Selain menghasilkan pangan, tanaman juga berperan dalam menyerap karbon dari atmosfer,” ujarnya.

Petani, kata Bonjok, sejatinya merupakan pahlawan lingkungan karena tidak hanya menghasilkan produk pertanian untuk masyarakat, tetapi juga membantu menyediakan udara yang lebih segar dan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman.

Sementara itu, Camat Kabandungan, Lilih Resmiati, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan petani saat ini.

Menurutnya, pengetahuan mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman merupakan investasi jangka panjang yang penting untuk menjaga keberlanjutan usaha tani masyarakat.

Just a moment...