Tiklas yang kerap disapa Presiden Laef itu juga menambahkan, pihaknya juga tengah menyiapkan dokumen penolakan yang melibatkan masyarakat adat untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah pusat.
“Komunitas kami akan menyusun dokumen penolakan yang melibatkan masyarakat adat, selanjutnya kami akan menyurati Kementerian ESDM untuk membatalkan proyek ini,” katanya.
Kegiatan nobar dan diskusi berlangsung dengan penuh antusia. Warga yang hadir tampak aktif berdialog mengenai ancaman terhadap ruang hidup masyarakat adat serta pentingnya menjaga kawasan Telaga Rano sebagai bagian dari warisan ekologis dan budaya masyarakat Sahu.
Agenda yang berpusat di Rumah Adat Sasadu suku Sahu tersebut dihadiri, Ketua Bawaslu, Nimrot Lasa, Ketua Umum Semahabar Kota Ternate Gusti Ramli, D’pata Coffe, suku Wayoli, HPHT (Pemuda Hamente), Gamkonora, Komunitas Lentera Sahu, Komunitas Rakara.
Reporter: Tim Sentra
Editor: Redaksi






