Tidore – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun PGRI ke-80, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tidore Kepulauan menggelar kegiatan Jalan Santai pada Sabtu (15/11) pagi.
Jalan santai dilepas secara resmi oleh Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, di halaman Kantor Wali Kota dan berakhir di kawasan Pantai Tugulufa.
Dalam sambutannya, Ahmad Laiman menyoroti hubungan antara guru dan murid yang kini dinilainya mulai mengalami pergeseran. Ia menyebut bahwa kedekatan dan rasa saling mendukung antara guru dan murid tidak lagi sekuat masa lalu.
“Di akhir-akhir ini guru dan murid bukan lagi satu kesatuan yang saling mendukung. Guru berjalan sendiri-sendiri, murid juga berjalan sendiri-sendiri. Dulu, guru adalah pengganti orang tua di sekolah. Apa yang dilakukan guru, sama nilainya dengan apa yang dilakukan orang tua,” ujarnya.
Ahmad Laiman juga menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat antara guru dan orang tua dalam memajukan pendidikan di Kota Tidore Kepulauan.
“Guru dan orang tua harus menjadi satu tim yang solid dalam mendidik anak-anak kita. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat memberikan pendidikan yang berkualitas dan memajukan pendidikan di Kota Tidore Kepulauan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kota Tidore Kepulauan, Muriyono Hamid, dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan peringatan HGN dan HUT PGRI tahun ini mencakup berbagai agenda, di antaranya Jalan Santai, Festival Guru Ceria, Ziarah ke Makam Pahlawan, Zikir dan Doa, serta Upacara Hari Guru yang akan dilaksanakan pada 25 November 2025.
Kegiatan jalan santai ini turut dihadiri Staf Ahli Wali Kota, Asisten Sekda, pimpinan OPD, serta ratusan peserta yang terdiri dari guru dan siswa se-Kota Tidore Kepulauan. Suasana penuh kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi para guru dalam mencerdaskan generasi bangsa.
Reporter : Tim Sentra
Editor : M. Rahmat Syafruddin






