Tidore – Dari sebuah kota kecil yang kerap tak terlihat di peta nasional, Tidore kembali menunjukkan bahwa sejarah besar tidak ditentukan oleh luas wilayah. Dua putra terbaiknya kini telah diakui negara sebagai Pahlawan Nasional.
Kebanggaan itu kembali mengemuka dalam acara syukuran penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Zainal Abidin Sjah, yang digelar di eks Kediaman Gubernur Provinsi Irian Barat, Kelurahan Tomagoba, Kamis (20/11).
Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, dalam sambutannya menyampaikan rasa haru atas pengakuan negara terhadap sejarah perjuangan Tidore.
“Peran Tidore pada masa lalu bukanlah cerita turun-temurun belaka, tapi fakta sejarah. Dan tepat pada 10 November lalu, negara mengukuhkan Sultan Zainal Abidin Sjah sebagai Pahlawan Nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa perjuangan meraih gelar tersebut merupakan proses panjang yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
“Penganugerahan ini tidaklah mudah. Banyak hal yang kita lakukan hingga akhirnya gelar ini diberikan. Ini adalah hasil kerja keras, kesabaran, dan perjuangan seluruh masyarakat Tidore,” tegasnya.
Wali kota juga mengajak semua pihak untuk menjaga kebersamaan dan persatuan.
“Mari sudahi semua perbedaan. Penghargaan ini menjadi saksi atas kerja bersama kita, hingga Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar ini kepada Sultan Zainal Abidin Sjah. Ini langkah awal untuk terus bergandengan tangan demi Tidore dan Maluku Utara yang lebih baik,” ungkap Sinen.
Ahli Waris sekaligus putra pertama Almarhum Sultan Zainal Abidin Sjah, Prof Mahmud Arifin Raimadoya, juga menyampaikan apresiasinya.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Tidore dan Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan gelar pahlawan ini. Perjuangan ini adalah kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat Maluku Utara,” katanya.
Ia menambahkan bahwa keluarga tidak mengambil satu pun memorabilia dari proses penganugerahan.
“Semua memorabilia kami serahkan kepada Pemerintah Kota Tidore agar dapat menjadi warisan bagi anak-cucu untuk melihat jejak perjuangan Almarhum Sultan Zainal Abidin Sjah,” jelasnya.
Jou Sultan Tidore, Husain Alting Syah, menegaskan bahwa perjuangan Almarhum Sultan Zainal Abidin Sjah jauh melampaui penghargaan.
“Beliau tidak berjuang untuk gelar pahlawan, tetapi untuk kesejahteraan rakyatnya. Jadikan penganugerahan ini sebagai inspirasi bagi generasi muda untuk memberikan yang terbaik bagi Maluku Utara,” ungkapnya.
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, turut mengapresiasi pengakuan negara ini sebagai sejarah penting bagi daerah.
“Negeri kecil yang tak terlihat di peta nasional mampu melahirkan tokoh besar bangsa. Semoga warisan sejarah ini dapat dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi generasi Maluku Utara,” ujarnya.
Acara syukuran kemudian dilanjutkan dengan penyerahan dokumen memorabilia Pahlawan Nasional Sultan Zainal Abidin Sjah dari ahli waris kepada Wali Kota Tidore Kepulauan, disaksikan Wakil Gubernur, Jou Sultan Tidore, dan seluruh tamu undangan.
Turut hadir Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Wakil Bupati Halmahera Timur, Wakil Wali Kota Ternate, pimpinan DPRD Tidore dan Halmahera Tengah, Sekretaris Daerah Tidore, ahli waris keluarga Sultan Zainal Abidin Sjah, Forkopimda, para pimpinan OPD, serta masyarakat Kota Tidore Kepulauan.
Reporter : Tim Sentra
Editor : M. Rahmat Syafruddin






