Tidore – Ketua Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan, Abdurrahman Arsyad, menegaskan bahwa rencana pengelolaan Gedung Sentra Promosi Industri Kecil Menengah (IKM) di kawasan Pantai Tugulufa perlu dikaji secara cermat agar tidak menimbulkan kesalahan strategis di kemudian hari.
Sorotan ini muncul seiring pembahasan pengelolaan gedung oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Desperidakop). Abdurrahman menilai, jika pengelolaan diserahkan kepada pihak ketiga, maka Desperidakop wajib mempertimbangkan nilai pasar dan dampak langsung terhadap keberdayaan UMKM lokal.
“Kalau nilai pasarnya sama saja, lebih baik dikelola oleh pemerintah kota saja,” ujarnya, Jumat (14/11).
Ia menekankan, sebelum penyerahan dilakukan, Desperidakop perlu mengidentifikasi jenis produk UMKM yang akan dipamerkan di Sentra IKM, termasuk kerajinan tangan dan produk khas daerah lainnya. Setiap produk, katanya, harus memiliki branding lokal yang kuat agar pemetaan oleh-oleh khas Tidore lebih terarah.
Abdurrahman juga menilai bahwa pengelolaan Sentra IKM membutuhkan perencanaan jangka panjang, terutama untuk memastikan produk UMKM seperti hasil perikanan dan pertanian sudah memiliki kemasan dan standar mutu yang baik.
“Dinas Desperindakop harus bekerja ekstra melihat masalah ini. Jangan sampai salah langkah,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mendorong agar Wali Kota mengeluarkan instruksi khusus kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal yang berkunjung ke Tidore untuk wajib mengunjungi Sentra IKM. Langkah ini dinilai penting bagi peningkatan promosi dan jangkauan pasar produk UMKM.
Meski begitu, Abdurrahman berharap Sentra IKM dapat segera difungsikan. Dengan lokasinya yang strategis di pusat kota, gedung tersebut memiliki potensi besar menjadi etalase utama produk lokal Tidore dan motor penggerak ekonomi UMKM.
Reporter : Tim Sentra
Editor : M. Rahmat Syafruddin






