PD Perdana Cipta Mandiri bersama BPKP Maluku Utara, Senin (28/9), foto: Istimewa

Haltim — Perusahaan Daerah (PD) Perdana Cipta Mandiri (PCM) Halmahera Timur memperkuat komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) melalui Sosialisasi Manajemen Risiko, Tata Kelola, serta Akuntabilitas Kinerja dan Keuangan, Senin (28/09).

Kegiatan yang menghadirkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Maluku Utara sebagai narasumber ini diikuti oleh seluruh jajaran karyawan dan karyawati PD PCM.

Sosialisasi tersebut diselenggarakan sebagai langkah konkret PCM untuk meningkatkan pemahaman jajaran internal mengenai pentingnya pengelolaan risiko, tata kelola yang baik, serta akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas dan pengelolaan keuangan perusahaan.

Direktur Umum PD Perdana Cipta Mandiri, Said Mustafa, menegaskan, penguatan tata kelola merupakan kebutuhan krusial guna memastikan BUMD tersebut dijalankan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin seluruh jajaran memiliki pemahaman yang sama mengenai manajemen risiko, tata kelola, serta akuntabilitas kinerja dan keuangan. Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperbaiki dan memperkuat tata kelola perusahaan,” ujarnya.

Said menilai, manajemen risiko tidak boleh sekadar menjadi konsep di atas kertas, melainkan harus terintegrasi dalam setiap proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan pekerjaan sehari-hari.

“Setiap pekerjaan memiliki risiko. Karena itu, yang penting adalah bagaimana kita mampu mengidentifikasi, mengendalikan, dan memitigasi risiko tersebut agar tidak menghambat pencapaian tujuan perusahaan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang disiplin, transparan, dan akuntabel di seluruh tingkatan organisasi. Menurutnya, penerapan tata kelola merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen entitas PCM, bukan hanya pimpinan semata.

“Manajemen risiko dan tata kelola bukan hanya menjadi urusan pimpinan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh karyawan. Setiap orang harus memahami tugas, kewenangan, dan tanggung jawabnya dalam menjalankan pekerjaan,” tegas Said.

BACA JUGA   Terungkap dalam Debat, Keberhasilan Ubaid-Anjas Tingkatkan Standar Kompetensi Pendidikan di Haltim

Penguatan tata kelola tersebut, lanjut Said, harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta pembentukan budaya kerja perusahaan yang makin tertib.

“Kami ingin membangun budaya kerja yang semakin tertib dan akuntabel. Setiap proses harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi kinerja maupun pengelolaan keuangan. Ini penting untuk memastikan perusahaan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang optimal bagi daerah,” ungkapnya.

Kehadiran BPKP Perwakilan Provinsi Maluku Utara sebagai narasumber dipandang sebagai momentum strategis bagi jajaran PCM untuk memperdalam pemahaman praktis mengenai manajemen risiko. Said berharap materi yang disampaikan dapat langsung diimplementasikan dalam aktivitas operasional harian.

“Apa yang kita dapatkan hari ini harus diterjemahkan dalam praktik kerja, bukan berhenti sebagai pengetahuan,” pungkas Said.

Langkah tersebut menegaskan posisi PCM dalam menjadikan tata kelola sebagai fondasi utama pembangunan BUMD yang profesional dan sehat. PCM berharap seluruh jajaran menyadari bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari capaian hasil usaha, tetapi juga dari kualitas proses kerja, kepatuhan, pengawasan risiko, dan akuntabilitas pelaksanaan tugas.

Editor: Redaksi