Oplus_131072

Ternate – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Maluku Utara mendesak aparat kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas terkait insiden pelemparan yang terjadi saat Pawai Obor dan Takbiran Keliling di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.

Desakan tersebut disampaikan oleh fungsionaris BADKO HMI Maluku Utara, Alfian M. Hamzah, yang meminta Kapolda Maluku Utara segera menginstruksikan Polres Halmahera Utara untuk melakukan penahanan terhadap para terduga pelaku.

Peristiwa anarkis itu terjadi pada Jumat malam (20/3/2026) dan sempat mengganggu jalannya kegiatan keagamaan, bahkan memicu bentrokan di tengah masyarakat.

Situasi tersebut dinilai berpotensi memperkeruh kondisi keamanan apabila tidak segera ditangani secara serius.

Dalam keterangan pers yang diterima Sentra, Senin (23/2) Alfian menegaskan bahwa aksi pelemparan yang berujung pada kekerasan fisik serta mengganggu ketertiban umum merupakan tindak pidana serius. Oleh karena itu, aparat penegak hukum diminta bertindak cepat, tegas, dan tanpa tebang pilih.

“Kapolda Maluku Utara harus segera turun tangan dan meminta Polres Halmahera Utara untuk melakukan penahanan terhadap terduga pelaku, khususnya yang terlibat dalam aksi pelemparan yang memicu bentrokan,” tegas Alfian.

Dalam insiden tersebut, lanjutnya, dilaporkan terdapat anggota kepolisian yang turut mengalami luka saat berupaya mengamankan situasi di lokasi kejadian.

Selain mendesak penahanan pelaku, BADKO HMI juga meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kemungkinan adanya aktor intelektual di balik peristiwa tersebut. Langkah ini dinilai penting guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Di sisi lain, Alfian menghimbau masyarakat untuk tetap menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang beredar. Ia menekankan bahwa proses penanganan kasus harus sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum agar berjalan profesional dan sesuai prinsip keadilan.

BACA JUGA   Pemkab Halut dan Forkopimda Sepakati Lima Poin Jaga Kerukunan Pasca Insiden Takbiran

“Kami berharap hukum benar-benar ditegakkan sebagai panglima. Tidak boleh ada ruang bagi tindakan anarkis yang merusak ketertiban dan harmoni sosial di Halmahera Utara,” ujarnya.

BADKO HMI Maluku Utara menegaskan akan terus mengawal proses hukum atas kasus ini hingga tuntas, guna memastikan keadilan bagi para korban sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Halmahera Utara.

Reporter: Tim Sentra

Editor: Redaksi