Sofifi – Sepakbola di Kota Tidore kini bukan sekadar hiburan atau perebutan kemenangan. Keselamatan para penggiat olahraga ini menjadi prioritas utama.
Menyadari hal tersebut, Asosiasi Sepak Bola Kota (ASKOT) PSSI Tidore Kepulauan menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Maluku Utara untuk memberikan perlindungan menyeluruh bagi atlet, ofisial, dan wasit yang berada di bawah naungan ASKOT. Pertemuan berlangsung di kantor Disnakertrans Provinsi Maluku Utara, Rabu (17/9).
Ketua ASKOT, Ardiansyah Fauji, menekankan pentingnya langkah ini. Selama ini, atlet lokal minim perlindungan dari risiko cedera atau kecelakaan.
“Di Eropa, semua pemain dilindungi asuransi ketat sehingga klub atau federasi tidak terbebani bila terjadi cedera. Kami ingin hal serupa berlaku bagi atlet sepakbola di Kota Tidore, mulai dari pemain, ofisial, hingga wasit,” ujarnya.
BPJS Ketenagakerjaan Maluku Utara menyambut positif inisiatif ini. Kepala BPJS, Alit Mahendra, menjelaskan perlindungan atlet akan menyeluruh, mulai dari cedera ringan, cedera berat, cacat permanen, hingga kasus paling serius seperti kematian.
“Kami juga akan membagi atlet dalam kelompok usia agar perlindungan dapat merata,” jelasnya.
Kepala Dinas Nakertrans Maluku Utara, Dr. Marwan Polisiri, menambahkan bahwa melindungi pekerja rentan, termasuk atlet, adalah tanggung jawab pemerintah.
“Kami menyambut baik langkah ASKOT. Atlet bukan hanya hiburan, tapi juga pekerja yang harus mendapat perlindungan,” katanya.
Dengan terobosan ini, ASKOT Tidore memastikan sepakbola di kota tersebut dikelola secara profesional. Seluruh pihak yang terlibat yakni pemain, ofisial, dan wasit — kini mendapat jaminan keselamatan setara atlet profesional. Langkah ini menempatkan ASKOT Tidore sebagai pionir di Maluku Utara, menghadirkan sepakbola yang lebih aman, profesional, dan terlindungi bagi semua penggerak olahraga populer di Kota Tidore.
Reporter : Tim Sentra
Editor : M. Rahmat Syafruddin






