Ternate – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Maluku Utara mengkritik Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda yang dinilai kurang responsif dalam menangani konflik sosial di Halmahera Utara dan Halmahera Tengah yang terus berulang, Jumat (03/4)
Ketua Eksekutif Wilayah LMND Maluku Utara, Sahrul N. Manan, menilai konflik yang terjadi tidak lagi sekadar persoalan lokal, melainkan telah menyentuh nilai fundamental kehidupan masyarakat, seperti persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.
“Ini bukan hanya konflik biasa, ini soal bagaimana kita menjaga nilai persaudaraan di Maluku Utara, ujarnya.
“Jika terus dibiarkan, maka dampaknya akan merusak tatanan sosial yang selama ini kita bangun bersama,” lanjut Sahrul.
LMND Maluku Utara secara terbuka mengkritik sikap gubernur yang dinilai tidak menunjukkan kehadiran nyata di tengah situasi yang memanas.
“Jangan sampai masyarakat menilai bahwa gubernur lebih fokus pada pencitraan di media sosial daripada turun langsung menyelesaikan konflik,” tegasnya.
“Ini bukan soal popularitas, ini soal tanggung jawab moral dan politik dalam menjaga kedamaian di daerah,” tambah Sahrul.
Menurutnya, peran pemerintah sangat krusial dalam meredam konflik, terutama di daerah dengan tingkat keberagaman tinggi seperti Maluku Utara. Ia mendesak gubernur segera mengambil langkah konkret, termasuk memfasilitasi dialog terbuka antara tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda di wilayah terdampak.
“Kami menilai gubernur terlalu cuek terhadap konflik yang terjadi hari ini. Di saat masyarakat membutuhkan kehadiran pemimpin, justru yang terlihat adalah fokus berlebihan pada aktivitas di media sosial. Ini sangat disayangkan,” katanya.
Selain itu, LMND menilai kehadiran pemimpin, baik secara langsung di lapangan maupun melalui kebijakan tegas, menjadi kunci utama dalam mencegah eskalasi konflik yang lebih besar.
LMND Maluku Utara juga memberikan apresiasi kepada Kapolda Maluku Utara beserta jajaran aparat keamanan yang dinilai telah bekerja menjaga stabilitas di lapangan.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda dan seluruh jajaran keamanan yang telah berupaya maksimal menjaga stabilitas dan mencegah konflik meluas. Ini kerja nyata yang patut dihargai,” ujar Sahrul.
LMND turut mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda untuk menahan diri serta menjaga keharmonisan di tengah situasi yang sensitif.
“Maluku Utara tidak boleh terus-menerus berada dalam bayang-bayang konflik. Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga kedamaian. Mari baku perduli dan baku sayang,” pungkasnya.
Reporter: Tim Sentra
Editor: Redaksi


























