Tidore – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) menata kembali area pintu masuk Pelabuhan Feri di Desa Galala, Kecamatan Oba Utara, Rabu (15/4).
Penataan tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor retribusi.
Ketua Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan, Abdurahman Arsyad, mengatakan langkah tersebut penting dilakukan agar pengelolaan retribusi di kawasan pelabuhan dapat berjalan maksimal dan tidak terjadi kebocoran pendapatan.
“Kami telah mencermati beberapa titik yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada sektor retribusi, namun belum terkelola secara maksimal. Jadi kami meminta agar segera dievaluasi sehingga meminimalisir kebocoran retribusi di kawasan pelabuhan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pemanfaatan lahan parkir di area pelabuhan feri semestinya dioptimalkan untuk mendorong peningkatan pendapatan daerah.
“Adanya kebijakan pemangkasan anggaran daerah, khususnya di Kota Tidore, sangat berdampak. Maka OPD teknis yang mengelola retribusi harus bekerja ekstra supaya keuangan daerah bisa terbantu,” kata Abdurahman.
Meski demikian, ia menekankan Dishub harus lebih cermat dalam menata potensi kepelabuhanan agar target pendapatan dari sektor retribusi dapat tercapai.
“Dalam waktu dekat, akan kami gelar rapat dengar pendapat bersama Dishub dan Dispenda. Kebetulan ada juga rencana kerja sama dari pihak ketiga yang akan mengelola e-ticketing. Jadi nanti akan didiskusikan bersama pada RDP,” pungkasnya.
Reporter: Tim Sentra
Editor: Redaksi


























