Para narasumber talkshow Festival Salawaku 2026 di Benteng Orange, Ternate, foto: Sentra

Gelar wicara (talkshow) dalam ajang Festival Salawaku 2026 yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Utara di Pendopo Benteng Orange, Ternate, menjadi ruang diskusi strategis dalam membedah potensi wastra daerah agar mampu menembus pasar internasional, Jumat (06/11).

Kegiatan tersebut menghadirkan perancang busana nasional, Sanet Sabintang, sebagai bintang tamu. Desainer asal Yogyakarta yang sukses merintis usahanya di Banyuwangi tersebut hadir membagikan pandangan serta pengalamannya dalam mengolah kain tradisi menjadi produk mode berdaya saing tinggi.

Selain Sanet Sabintang, sesi diskusi ini juga menghadirkan Ketua Persatuan Isteri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI) Kantor Perwakilan Maluku Utara, Ibu Gita Handi Susila, serta Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Ternate, Ny. Hj. Marliza H.M. Tauhid.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Kota Ternate, Ny. Hj. Marliza H.M. Tauhid, memaparkan peran penting Dekranasda yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebagai wadah utama pembinaan para pelaku usaha kriya di daerah.

“Dekranasda hadir harus membawa perubahan, membawa hasil yang maksimal untuk pengrajin yang ada di Kota Ternate,” ujarnya.

“Tentunya peran Dekranasda untuk memberikan sumbangsih kepada Kota Ternate harus memberikan perubahan dan inovasi-inovasi terbaru untuk menjaga warisan dari Kota Ternate,” lanjut Marliza.

Ia mengapresiasi konsistensi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara dalam mendampingi perajin lokal sejak 2021 melalui berbagai program pelatihan yang terbukti memperkuat kapasitas pelaku kriya daerah secara berkelanjutan.Lebih lanjut, Marliza menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperluas jejaring pembinaan serta memperkenalkan produk kriya lokal ke kancah nasional maupun global.

“Masih banyak hal yang harus disentuh oleh Dekranasda sebagai rumah besar untuk mengumpulkan para pengrajin dari Kota Ternate maupun dari kabupaten kota lainnya,” kata Marliza.

BACA JUGA   Polresta Tidore Berhasil Amankan 148 Kantong Captikus yang Dipasok dari Halut ke Lelilef

“Tentu upaya-upaya akan kami lakukan. Untuk itu pelatihan-pelatihan seperti ini akan kami bangun terus dengan jejaring selanjutnya. Kami berharap tenun ternate tentunya menjadi suatu kearifan kota ternate harus dikenal lebih luas,” tambahnya.

Melalui penyelenggaraan talkshow ini, Bank Indonesia Maluku Utara bersama para narasumber berharap dapat menumbuhkan inspirasi dan dorongan baru di kalangan generasi muda untuk merawat kearifan lokal sekaligus mendorong wastra Maluku Utara menuju panggung internasional.

Redaktur: Karmila