apolda Malut saat menghadiri program Poliran di BPVP Ternate, foto: Istimewa

Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, mendorong kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), Kamis (22/10).

Program yang merupakan bagian dari Quick Wins Kapolri ini berlangsung di Aula Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate. Kegiatan ini bertujuan mendukung peningkatan keterampilan masyarakat sekaligus menciptakan ruang publik yang aman dan produktif.

Agenda tersebut turut dihadiri oleh Kepala BPVP Ternate Eka Cahyana Adi, Direktur Samapta Polda Malut, Direktur Binmas Polda Malut, Kepala SPN Polda Malut, serta jajaran peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Kepala BPVP Ternate, Eka Cahyana Adi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan ruang diskusi yang dibangun Kapolda Maluku Utara beserta rombongan. Ia menjelaskan bahwa BPVP berkomitmen terus mengasah keterampilan masyarakat melalui berbagai program vokasi.

“Kebutuhan dunia kerja saat ini terus berkembang, sehingga masyarakat harus memiliki kemampuan yang adaptif sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia usaha serta dunia industri,” ujar Eka.

Eka menambahkan, pelatihan tidak hanya dipusatkan di balai, tetapi juga dapat menyasar langsung masyarakat yang membutuhkan, termasuk pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

BPVP Ternate menyediakan beragam program pelatihan mulai dari bidang pertanian, budi daya, hingga kuliner. Pelatihan tersebut bersifat fleksibel dan dapat diselenggarakan di berbagai kabupaten/kota se-Maluku Utara.

“Untuk wilayah Maluku Utara, kami siap mendukung pelaksanaan pelatihan di berbagai kabupaten dan kota. Pelatihan dapat dilaksanakan secara fleksibel, termasuk melalui metode pelatihan di lokasi atau tempat kerja, sehingga masyarakat tidak harus selalu datang ke balai pelatihan,” jelas Eka.

Sementara itu, Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, masyarakat perlu dibekali keterampilan terapan agar mampu bersaing di dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.

BACA JUGA   Kukuhkan Relawan Canga Muda, Sultan Tidore Optimis HAS MALUT Menangkan Pilgub

“Kita perlu membangun kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan Kepolisian. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat mengembangkan kewirausahaan, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, serta menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Arif.

Arif menambahkan, pembangunan ekonomi daerah harus berjalan beriringan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban. Ia mengimbau seluruh pihak untuk membentengi generasi muda dari persoalan sosial, seperti penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak produktivitas.

“Masyarakat yang aman dan kondisi ekonomi yang baik merupakan dua hal yang saling berkaitan. Karena itu, mari kita ciptakan lingkungan yang aman, produktif, dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkembang,” tuturnya.

Ia berharap sinergi ini berlanjut secara konsisten agar potensi daerah dapat terkelola maksimal oleh tenaga kerja lokal yang terampil dan mandiri.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dunia usaha, lembaga pendidikan dan pelatihan, serta seluruh komponen masyarakat harus bersama-sama mengambil peran. Mari kita manfaatkan potensi yang dimiliki Maluku Utara dengan sebaik-baiknya,” pungkas Arif.

Editor: Redaksi