Aksi Damai Karang Taruna Jiko Mobon Desa Soagimalaha, Maba terhadap PT ANI, foto: Istimewa

Haltim — Puluhan pemuda Karang Taruna Jiko Mobon Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota Maba, melakukan aksi damai dengan menduduki pos jaga PT Adita Nikel Indonesia (ANI), Rabu (28/1).

Aksi tersebut dilakukan sebagai respons terhadap proses perekrutan tenaga kerja oleh PT Tandra Daya Jaya (TDJ), subkontraktor di wilayah operasional tambang PT ANI, yang dianggap kurang berpihak pada pemuda lokal dan warga terdampak langsung.

Ketua Karang Taruna Jiko Mobon, Wahab Wonim, menyebut dari total tenaga kerja yang direkrut, sekitar 80 persen berasal dari luar ring satu, sedangkan hanya 20 persen putra daerah. Pemuda lokal yang sudah melamar sejak November 2025 belum mendapatkan kepastian kerja.

“Perekrutan karyawan terkesan tertutup dan tidak berimbang. Dari 100 persen tenaga kerja yang direkrut, sekitar 80 persen berasal dari luar ring satu, sementara hanya 20 persen putra daerah,” tegas Wahab.

Atas dasar itu, mereka menuntut minimal 40 persen kuota tenaga kerja dialokasikan untuk warga lokal. Karang Taruna juga menegaskan akan terus menduduki wilayah tambang jika tuntutan tersebut tidak diindahkan.

Menanggapi aksi, Kepala Teknik Tambang PT ANI, Amin Barun, menyatakan tuntutan pemuda masih wajar dan menegaskan PT TDJ dilarang mendatangkan pekerja dari luar ring tambang selama tenaga lokal tersedia. Amin menekankan, aktivitas tambang harus sejalan dengan kepentingan sosial dan moral masyarakat setempat.

“Mulai detik ini dan seterusnya, PT TDJ sebagai subkontraktor dilarang mendatangkan tenaga kerja dari luar lingkar tambang selama tenaga kerja lokal masih tersedia,” ujar Amin.

“Dengan bahasa tegas saya sampaikan, tambang ANI ini adalah milik warga Soagimalaha. Segala dampak dan konsekuensinya ditanggung oleh masyarakat lingkar tambang,” pungkasnya.

Saat ini, PT ANI memiliki empat subkontraktor, yakni PT TDJ, PT Amanah Minang Indonesia (AMIN), PT Supreme Nikel Indonesia (SNI), dan PT Pesona Indo Makmur (PIM). Manajemen telah mendesak seluruh subkontraktor untuk mengoptimalkan produksi dan memprioritaskan tenaga kerja lokal.

BACA JUGA   Pemkot Tidore Tegaskan Dukungan Penuh untuk Program PAUD

Hasil dialog di lokasi aksi menyepakati perekrutan pelamar lokal, baik skill maupun non-skill, akan segera dilaksanakan sesuai SOP perusahaan. Massa aksi menyatakan akan mengawal proses tersebut agar berjalan sesuai kesepakatan.

Aksi damai berakhir tertib dan kondusif, dengan pengamanan dari personel Polsek Maba Selatan.

 

Reporter: Tim Sentra

Editor: Redaksi