Gambar: Ilustrasi

Halut — Dugaan kasus pelecehan seksual di salah satu sekolah di Kabupaten Pulau Morotai yang melibatkan oknum aparatur sipil negara (ASN) mendapat sorotan dari Yayasan Rumah Konseling Maluku Utara, Selasa (14/4).

Yayasan tersebut, melalui Ketua Yayasan Ikhwanul Kiram, menilai dunia pendidikan harus terbebas dari praktik kekerasan seksual serta mampu menjamin rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik dalam menjalani proses belajar.

Apabila dugaan tersebut terbukti, tindakan pelaku dinilai tidak mencerminkan peran sebagai tenaga pendidik dan bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan.

Yayasan Rumah Konseling Maluku Utara juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara untuk melakukan evaluasi terhadap jajaran di sekolah yang bersangkutan.

Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan peristiwa tersebut disebut telah terjadi berulang kali sebelum akhirnya dilaporkan oleh sejumlah siswa.

Selain itu, yayasan mendorong agar seluruh sekolah di Maluku Utara mengoptimalkan peran guru bimbingan konseling (BK) dalam mendampingi siswa.

Peran guru BK dinilai penting dalam memantau perkembangan siswa, baik dari aspek motivasi belajar, kondisi emosional, hingga persoalan psikologis lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara terkait dugaan kasus tersebut.

Reporter: Tim Sentra

Editor: Redaksi

BACA JUGA   Pemkab Haltim Selidiki Dugaan Sedimentasi di Teluk Buli