Ternate – Sentral Mahasiswa Halmahera Barat (SEMAHABAR) Kota Ternate melayangkan kritik keras terhadap sikap diam DPRD Halmahera Barat terkait polemik penetapan wilayah Talaga Rano sebagai bagian dari rencana pengembangan industri panas bumi, Rabu (25/2).
Ketua Umum SEMAHABAR Kota Ternate, Gusti Ramli, menilai DPRD kehilangan sensitivitas politik dan tanggung jawab moral sebagai representasi rakyat, khususnya masyarakat adat Sahu dan Wayoli yang menggantungkan ruang hidup serta identitas kulturalnya pada kawasan tersebut.
Menurutnya, Talaga Rano bukan sekadar bentang alam, melainkan ruang kosmologis dan historis yang menyimpan memori kolektif masyarakat Halmahera Barat.
“Ketika wilayah ini masuk dalam pusaran kepentingan industri, termasuk proyek yang melibatkan PT Ormat Geothermal Indonesia,” ujarnya.
“DPRD seharusnya tampil sebagai garda terdepan dalam memastikan adanya transparansi, konsultasi publik yang bermakna, serta jaminan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat,” tuturnya.
Gusti menegaskan, sikap diam DPRD di tengah polemik tersebut bukan bentuk netralitas, melainkan pembiaran politik.
“Kami juga mempertanyakan fungsi pengawasan DPRD terhadap kebijakan eksekutif dan keputusan kementerian terkait energi dan sumber daya mineral,” katanya.
Dalam konteks demokrasi lokal, lanjut Gusti, lembaga legislatif tidak boleh menjadi penonton ketika ruang hidup masyarakat terancam oleh ekspansi industri ekstraktif.
“Ini adalah ujian integritas politik DPRD, apakah mereka berpihak pada kepentingan rakyat atau tunduk pada arus investasi yang kerap mengabaikan aspek ekologis dan sosial,” imbuhnya.
SEMAHABAR pun mendesak DPRD Halmahera Barat segera menggelar rapat dengar pendapat terbuka dengan melibatkan unsur masyarakat adat, akademisi, organisasi kepemudaan, serta pihak perusahaan.
“Transparansi dan partisipasi publik dinilai sebagai prasyarat mutlak agar polemik Talaga Rano tidak berkembang menjadi konflik horizontal,” tegasnya.
“Jika DPRD terus memilih bungkam, maka publik berhak menilai bahwa ada krisis keberanian dalam tubuh lembaga perwakilan kita,” pungkas Gusti.
Reporter: Tim Sentra
Editor: Redaksi


























