Warga Desa Gamnyial, Kecamatan Sahu Timur, Halbar, melakukan penanaman padi, 2026, foto: Istimewa

Halbar – Warga Desa Gamnyial, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), melakukan penanaman padi ladang jenis Jongo’di di lahan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) secara gotong royong, Jumat (17/4).

Kegiatan penanaman berlangsung di lokasi Jala’ie dan diikuti puluhan warga. Suasana adat turut mewarnai kegiatan tersebut dengan penggunaan alat musik tradisional Tifa dan Gong sebagai bagian dari budaya Suku Sahu Jio Talai re Padu’sua.

Bibit padi yang ditanam mencapai sekitar 450 cupa atau setara 25 kula dalam bahasa Sahu, dengan luas lahan lebih dari dua hektare.

Ketua BUMDes Gamnyial, Matius Guit, mengatakan seluruh proses pengelolaan lahan melibatkan masyarakat melalui sistem sewa.

“Mulai dari pembongkaran lahan, semuanya menggunakan sistem sewa masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembiayaan kegiatan tersebut bersumber dari Dana Desa Gamnyial tahun 2025 untuk program ketahanan pangan.

“Kami juga sangat mendukung program pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto, termasuk pemerintah daerah dan pemerintah desa,” kata Matius.

Sementara itu, Kepala Desa Gamnyial, Leonarto Kota, S.H., menyebut penanaman padi ladang Jongo’di merupakan bagian dari budaya Suku Sahu dalam menjaga ketahanan pangan desa.

“Proses penanaman padi ladang berjenis jongo’di adalah Budaya Suku Sahu dalam mempertahankan ketahanan pangan di Desa. Kami berharap seluruh masyarakat dan Pemerintah Desa mendukung program BUMDes,” ujarnya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan sektor perkebunan sebagai penopang ekonomi dan ketahanan pangan.

“Kami juga berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat agar selalu memperhatikan petani padi ladang di Desa-Desa, khususnya wilayah Sahu dan Sahu Timur,” katanya.

Menurutnya, aktivitas membuka lahan dan menanam berbagai komoditas akan memberikan manfaat bagi masyarakat.

BACA JUGA   Tidore Jadi Tuan Rumah Hari Nusantara 2023

“Ketika kita membuka lahan dan menanam apa saja, maka itu bermanfaat bagi kehidupan keluarga dan banyak orang. Oleh karena itu, pemerintah desa selalu mendorong masyarakat agar terus menanam,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah desa akan terus mempertahankan budidaya padi ladang jika program ketahanan pangan berjalan baik.

“Kami meminta dukungan semua pihak, baik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten maupun penyuluh pertanian agar selalu melakukan pendampingan kepada petani padi ladang,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Halbar, penyuluh pertanian Sahu Timur, pemerintah desa, BPD, serta masyarakat setempat.

Reporter: Tim Sentra

Editor: Redaksi