Halbar – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung selama kurang lebih 10 jam mengakibatkan banjir bandang melanda Desa Gamomeng, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat, Senin (05/1)) malam. Banjir tersebut merendam rumah warga serta melumpuhkan akses jalan raya utama.
Berdasarkan pantauan wartawan Sentra di lokasi, banjir mulai terjadi sekitar pukul 20.37 WIT. Luapan air bercampur lumpur menggenangi badan jalan dan permukiman warga, menyebabkan kemacetan kendaraan roda dua dan roda empat hingga ratusan meter. Ketinggian air dilaporkan mencapai di bawah lutut orang dewasa, sehingga aktivitas warga terhenti sementara.
Selain menghambat arus lalu lintas, banjir juga merendam sejumlah rumah warga. Kondisi tersebut memaksa warga mengalami kesulitan beraktivitas, terutama pada malam hari, akibat genangan air dan endapan lumpur yang masuk hingga ke dalam rumah.
Salah satu warga Desa Gamomeng, Samy Noya, mengeluhkan minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat dalam menangani persoalan banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan.
“Kami masyarakat butuh perhatian. Selama ini pemerintah hanya datang melihat, tetapi tidak ada solusi nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap hujan turun, air bercampur lumpur selalu menggenangi halaman hingga masuk ke dalam rumah warga. Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung lama tanpa adanya penanganan yang serius dari pemerintah daerah.
“Harapan kami, Bupati bisa memberikan solusi untuk menangani banjir ini, bukan hanya datang, dokumentasi, lalu pergi. Saat banjir datang, kami tetap menjadi korban,” tutup Samy.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat terkait langkah penanganan banjir di Desa Gamomeng.
Reporter: Tim Sentra
Editor: Redaksi


























