Haltim – Rencana perawatan dan pemeliharaan kanal di wilayah Kota Maba dengan anggaran mencapai Rp40,8 miliar terus memantik perhatian publik di Kabupaten Halmahera Timur.

Di tengah munculnya pro dan kontra terkait program tersebut, dukungan justru datang dari sejumlah pihak yang menilai kebijakan itu sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus mengantisipasi persoalan lingkungan di kawasan ibu kota kabupaten.

Salah seorang warga Halmahera Timur, Halek Lastori, mengatakan, program perawatan kanal merupakan kebijakan yang tepat sasaran karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah Kota Maba yang berada di sekitar kawasan konsesi pertambangan dan rentan terhadap persoalan drainase maupun genangan air.

Ia mengatakan, kondisi kanal dan sistem pengairan di wilayah perkotaan memang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah, agar dampak lingkungan dan potensi banjir dapat diminimalisir sejak dini.

“Program perawatan kanal dengan anggaran Rp40,8 miliar ini adalah langkah yang sangat tepat, akurat, dan sudah menyasar kebutuhan nyata masyarakat,” katanya. Minggu (7/6).

Meski sebagian orang berpandangan bahwa program tersebut belum sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, Sekretaris Partai PKN Haltim itu, justru berpandangan sebaliknya. Ia menilai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pembangunan infrastruktur dasar dan perlindungan lingkungan di kawasan ibu kota.

Menurutnya, langkah yang diambil Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Halmahera Timur dalam merancang program tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah saat ini.

“Program ini merupakan solusi yang sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya di wilayah Kota Maba, mengingat kondisi infrastruktur pengairan dan drainase memang membutuhkan penanganan serius, terencana, dan berjangka panjang,” ujarnya.

Halek yang juga sebagai Sekretaris Partai PKN Haltim itu juga memberikan apresiasi terhadap Kadis Perkim yang telah mengambil langkah tepat dalam menyusun program tersebut. Ia meyakini, besarnya anggaran yang dialokasikan sebanding dengan cakupan pekerjaan serta manfaat jangka panjang yang akan dirasakan masyarakat.

BACA JUGA   "Balas Pantun” DOB Sofifi

Ia menambahkan, manfaat program tersebut tidak hanya sebatas pada perawatan kanal, tetapi berdampak terhadap upaya pencegahan banjir, menjaga kelestarian lingkungan, hingga mendukung aktivitas masyarakat dan produktivitas wilayah perkotaan.

“Besaran anggaran yang dialokasikan saya kira sebanding dengan skala pekerjaan dan manfaat besar yang nantinya akan dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Ia menilai, perbedaan pandangan dalam pembangunan daerah merupakan hal yang biasa. Namun, kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah harus tetap menjadi prioritas utama. “Apapun latar belakang atau perbedaan pandangan di masa lalu, kalau sebuah program pembangunan sudah terbukti benar, bermanfaat, dan tepat sasaran, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk mendukungnya,” tegasnya.