Revitalisasi SMPN 11 Halsel Disorot, Warga Pertanyakan Papan Proyek dan Transparansi Anggaran

SMPN 11 Halsel, Malut, foto: Istimewa

Halsel — Proyek revitalisasi SMP Negeri 11 Halmahera Selatan (Halsel) yang meliputi pembangunan satu unit Laboratorium Pendidikan (LEP) dan tiga ruang kelas baru disorot warga karena dinilai tidak transparan, Minggu (15/3).

Warga Desa Gane Dalam, Kecamatan Gane Barat Selatan, menilai proyek yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025 tersebut tidak dilengkapi papan proyek yang memuat informasi anggaran dan rincian pekerjaan.

Seorang warga Gane Dalam yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, hingga kini tidak terdapat plang kegiatan di lokasi proyek.

“Pembangunan LEP dan rehab ruang belajar di SMP Negeri 11 Halmahera Selatan bersumber dari APBD 2025. Namun sampai sekarang tidak ada plang proyek yang mencantumkan nilai anggaran maupun detail pekerjaan. Ini menimbulkan kecurigaan masyarakat karena tidak transparan,” ujarnya.

Menurutnya, papan proyek merupakan bagian penting dari keterbukaan informasi publik karena memuat nilai anggaran, pelaksana pekerjaan, serta rincian kegiatan yang sedang dilakukan.

Tanpa informasi tersebut, masyarakat kesulitan mengetahui besaran anggaran maupun spesifikasi pekerjaan yang dibiayai oleh pemerintah.

Program revitalisasi sekolah sendiri merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah.

Namun pelaksanaan proyek di SMP Negeri 11 Halsel justru memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait transparansi penggunaan anggaran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek tersebut dikerjakan oleh seorang kontraktor yang dikenal dengan sapaan Ko Yani. Ia diketahui berasal dari Desa Papaceda. Proyek ini ditujukan untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi siswa sesuai standar nasional.

Meski demikian, warga menilai pelaksanaan proyek belum menunjukkan keterbukaan yang semestinya. Mereka mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan tersebut.

BACA JUGA   Gelar Sound Of Spices, Pemkot Tidore Beri Apresiasi Komunitas Saluma Musik

“Kami meminta Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan serta instansi berwenang untuk turun mengecek pekerjaan ini agar pelaksanaannya transparan dan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB),” kata warga tersebut.

Ia juga mengungkapkan, pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi ruang belajar tersebut telah berlangsung cukup lama.

“Pekerjaannya berjalan cukup lama karena banyak kendala. Bahkan tukang bangunan sering berganti. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa pekerjaan tidak dikelola secara serius,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi oleh awak media.

Reporter: Tim Sentra

Editor: Redaksi

Just a moment...