
Ternate — Seorang ajudan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil Lahadalia diduga melakukan kekerasan terhadap jurnalis saat peliputan Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Maluku Utara, Minggu (12/4) sore.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.20 WIT di pintu keluar Gamalama Ballroom, Bella Hotel Ternate, saat sejumlah jurnalis melakukan wawancara dengan Bahlil usai pembukaan Musda.
Di tengah kerumunan, seorang ajudan menteri diduga menarik baju salah satu wartawan yang berada di barisan depan. Situasi kemudian memanas hingga terjadi dugaan pemukulan.
Korban, Arfandi Atim, jurnalis media online Haliyora.id, mengaku mengalami kekerasan fisik pada bagian rusuk kanan.
“Tong ada rame-rame wawancara, tiba-tiba ajudannya Pak Bahlil langsung tarik baju, tidak lama langsung pukulan masuk di rusuk kanan lagi,” kata Arfandi.
Insiden terjadi saat kegiatan resmi partai yang dihadiri Bahlil sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
Ketua panitia Musda, Arifin Jafar, yang juga Sekretaris DPD Golkar Maluku Utara, meminta agar kejadian tersebut tidak dibesar-besarkan.
“Babadiam kabawa, jangan kasih besar,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak kementerian maupun ajudan yang bersangkutan, sementara insiden terjadi saat jurnalis menjalankan tugas peliputan di kegiatan resmi yang terbuka bagi publik dan awak media.
Reporter: Tim Sentra
Editor: Redaksi

























