Halbar — Aliansi Peduli Obat dan Transparansi Kesehatan (APOTIK) menyoroti pelayanan kesehatan, ketersediaan obat-obatan, fasilitas, hingga keterbatasan ruang perawatan di RSUD Jailolo.
Sorotan tersebut disampaikan melalui aksi yang dipimpin Jenderal Lapangan APOTIK, Grek Bessy, di RSUD Jailolo, Senin (19/5).
Grek Bessy mengatakan aksi tersebut merupakan bagian dari kontrol sosial masyarakat yang bertolak dari visi “Halbar Sehat” yang diusung Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat.
Menurutnya, kondisi pelayanan kesehatan di RSUD Jailolo saat ini dinilai belum sesuai dengan harapan masyarakat.
“RSUD yang merupakan rumah aman, rumah sehat, dan menjadi harapan bagi setiap orang sakit dan yang ingin sembuh kini menjadi tempat resah, keluhan, bahkan penderitaan khususnya masyarakat yang berobat di RSUD Jailolo,” ujarnya.
Ia juga mengecam buruknya pelayanan, keterbatasan obat-obatan, fasilitas, serta minimnya ketersediaan ruangan di rumah sakit tersebut.
Grek menilai aksi yang dilakukan bukan sekadar bentuk demonstrasi, melainkan langkah konkret demi keselamatan dan kemaslahatan masyarakat Halmahera Barat.
“Aksi tersebut direspons secara spontan dan justru kami mendapat dukungan positif dari keluarga-keluarga pasien yang berada di RSUD Jailolo yang menyaksikan,” katanya.
Dalam aksi itu, APOTIK menyampaikan tiga tuntutan, yakni mencopot Direktur RSUD Jailolo, meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu sesuai visi “Halbar Sehat”, serta mendorong transparansi pengelolaan anggaran BLUD.
Grek juga mengajak seluruh masyarakat Halmahera Barat untuk mendukung perbaikan pelayanan di RSUD Jailolo.
“Mari memberikan doa dan dukungan untuk kebaikan RSUD Jailolo yang baik, aman dan jelas,” pungkasnya.
Reporter: Tim Sentra
Editor: Redaksi


























