Tidore – Tumpukan sampah yang menggunung di kawasan Pasar Sarimalaha, Kelurahan Indonesiana, Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan, memicu sorotan tajam dari berbagai pihak. Kondisi pasar yang semestinya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat itu kini tampak kumuh akibat sampah yang berserakan dan belum terangkut selama beberapa waktu.
Pemandangan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pedagang dan pengunjung pasar, tetapi juga menimbulkan keresahan warga sekitar karena dikhawatirkan dapat memicu masalah kesehatan dan pencemaran lingkungan.
Ironisnya, persoalan sampah ini terjadi di tengah prestasi Kota Tidore Kepulauan yang telah mengoleksi 10 penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai salah satu kota kecil terbersih di Provinsi Maluku Utara. Kondisi di lapangan pun memunculkan pertanyaan publik terkait konsistensi pengelolaan kebersihan di daerah tersebut.
Sorotan keras datang dari Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, Idham Sabtu. Politisi PDI Perjuangan itu menilai persoalan persampahan tidak boleh dianggap sepele dan harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Menurut Idham, masalah sampah bukan hanya terjadi di wilayah Pulau Tidore, tetapi juga di sejumlah kawasan di Oba yang membutuhkan penanganan maksimal dan berkelanjutan.
“Persoalan sampah ini tidak hanya di Pulau Tidore, di wilayah Oba juga harus diperhatikan dengan baik. Jangan nanti tunggu masyarakat mengeluh baru bekerja,” tegas Idham, Selasa (23/6).
Ia menilai kondisi yang terjadi saat ini menunjukkan perlunya langkah evaluasi menyeluruh terhadap kinerja instansi terkait. Karena itu, Idham mendesak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan untuk segera mengambil tindakan tegas guna memastikan pelayanan kebersihan berjalan optimal.
“Wali Kota dan Wakil sudah harus mengambil langkah tegas untuk melakukan evaluasi terhadap Kepala DLH Kota Tidore. Jangan sampai penghargaan Adipura yang selama ini diraih bertentangan dengan kondisi yang ada di lapangan,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala DLH Kota Tidore Kepulauan, Abdul Muis A. Husein, mengakui adanya kendala yang menyebabkan pengangkutan sampah belum berjalan maksimal. Ia menjelaskan bahwa armada pengangkut sampah saat ini mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite yang digunakan untuk operasional kendaraan.
Menurutnya, pasokan BBM selama ini diperoleh melalui kerja sama dengan salah satu pemilik SPBU di daerah tersebut. Namun karena yang bersangkutan sedang berada di luar daerah, distribusi Dexlite mengalami hambatan.
“Untuk BBM ini kami bekerja sama dengan Hj Awat selaku pemilik SPBU. Saat ini beliau sedang berada di luar daerah sehingga kami mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasokan Dexlite,” jelas Abdul Muis.
Meski demikian, ia memastikan DLH akan segera melakukan pembersihan setelah kebutuhan bahan bakar tersedia kembali.
“Insya Allah satu sampai dua hari ke depan, jika BBM sudah ada, kami langsung turun melakukan pembersihan,” katanya.
Abdul Muis juga mengungkapkan bahwa sampah yang menumpuk di Pasar Sarimalaha tidak sepenuhnya berasal dari aktivitas perdagangan di pasar. Sebagian besar, menurutnya, merupakan sampah rumah tangga yang sengaja dibuang masyarakat di lokasi tersebut.
Selain persoalan BBM, DLH juga menghadapi tantangan lain berupa keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi yang berdampak pada pemeliharaan armada pengangkut sampah. Sejumlah kendaraan operasional saat ini membutuhkan perbaikan, sementara anggaran yang tersedia sangat terbatas.
“Ada beberapa mobil yang membutuhkan perbaikan, sementara anggaran pemeliharaan sangat terbatas. Kalau dipaksakan, tentu harus berutang,” ungkapnya.
Persoalan sampah di Pasar Sarimalaha kini menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan konkret agar tumpukan sampah tidak semakin parah serta tidak mencoreng citra Kota Tidore Kepulauan yang selama ini dikenal sebagai daerah peraih penghargaan Adipura di Maluku Utara.
Reporter: Tim Sentra
Editor: Redaksi


























