Haltim – Bank Indonesia (BI) memperkuat komitmennya dalam mendukung sektor pertanian melalui penanaman perdana demplot bawang merah varietas Bima Brebes di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim). Minggu (02/08).
Program yang dikembangkan bersama kelompok tani tersebut ditargetkan mampu menghasilkan produktivitas mencapai 8–10 ton per hektare, sekaligus memperkuat ekosistem pertanian yang berkelanjutan.
Bank Indonesia menegaskan dukungannya terhadap penguatan sektor pertanian dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, pondok pesantren, dan berbagai pemangku kepentingan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui peningkatan produktivitas, penguatan rantai pasok, hingga pengembangan ekosistem pertanian yang berkelanjutan.
Dalam program tersebut, demplot bawang merah varietas Bima Brebes dikembangkan di lahan seluas satu hektare yang dibagi menjadi empat petak, masing-masing seluas 0,25 hektare. Pengembangan itu membutuhkan sekitar 1.200 kilogram benih dengan masa tanam berkisar 55 hingga 65 hari.
“Seluruh proses budidaya akan didampiingi tenaga ahli mulai dari penanaman hingga panen. Kami menargetkan produktivitas mencapai sekitar 8 sampai 10 ton per hektare,” ujarnya.
Selain penanaman bawang merah, BI bersama para pemangku kepentingan juga melaksanakan panen padi di Pondok Pesantren Ibadurrahman sebagai bagian dari Program Kemandirian Pangan Pesantren.
Fadhil mengatakan pengembangan pertanian di pesantren tersebut telah dimulai sejak 2025 dari lahan seluas satu hektare dan kini berkembang menjadi enam hektare dengan konsep pertanian terintegrasi. Produktivitas panen diperkirakan mencapai 5 hingga 6 ton gabah per hektare.
Ia menambahkan dukungan BI kepada Pondok Pesantren Ibadurrahman telah dilakukan secara bertahap sejak 2022, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pembangunan sarana pertanian, bantuan Rice Milling Unit (RMU), mesin tanam padi, combine harvester, hingga pelatihan hilirisasi bawang merah.
Pada 2026, BI juga akan melanjutkan dukungan melalui Program AIR Berkah Indonesia berupa peningkatan kapasitas serta bantuan unit usaha air minum dalam kemasan guna memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.
Sementara itu, Wakil Bupati Haltim, Anjas Taher, mengapresiasi komitmen Bank Indonesia yang secara konsisten memberikan dukungan terhadap sektor pertanian di daerahnya.
“Saya memberikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bank Indonesia Maluku Utara. Ini bukan pertama kali, karena sudah berulang kali memberikan bantuan sarana pertanian bagi petani di Halmahera Timur,” katanya.
Anjas berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh para petani sehingga mampu meningkatkan hasil produksi.
“Semoga program ini berhasil dan nantinya bisa diterapkan juga oleh kelompok tani lainnya di Halmahera Timut,” pungkasnya.
Reporter: Tim Sentra
Editor: Redaksi

























