Menurutnya, penerapan agroforestri yang tepat dapat meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga petani, sekaligus menjaga fungsi konservasi dan ekologi kawasan.

Ia juga menjelaskan, banyak petani telah menerapkan prinsip agroforestri melalui pola kebun campur yang mengombinasikan tanaman pertanian, tanaman buah, dan pohon kayu dalam satu lahan. Praktik tersebut perlu terus dioptimalkan agar manfaat ekonomi yang diperoleh semakin meningkat tanpa mengurangi fungsi ekologis lahan.

Melalui materi yang disampaikan, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dan manfaat agroforestri, strategi pengelolaan lahan yang lebih produktif dan berkelanjutan, serta peluang pengembangan komoditas yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat tanpa mengabaikan fungsi konservasi.

DKSHE IPB University berharap penguatan kapasitas petani melalui pelatihan tersebut dapat mendukung keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta pencapaian target FOLU Net Sink 2030 di desa penyangga TNGHS.

Reporter: Tim Sentra

Editor: Redaksi

BACA JUGA   Festival Pantai Lapasi Kembali Digelar di Desa Lako Akelamo Halmahera Barat