“Mulai dari pembuatan bak pelindung mata air, bak penampung hingga pemasangan pipa, semuanya melibatkan masyarakat. Pemdes dan BPD bekerja sesuai aturan dan prosedur,” pungkasnya.
Ia berharap ke depan, pemuda Desa Akelamo Cinga-Cinga dapat aktif mengawal usulan program hingga forum MusrenbangDes sebagai forum penentu agar dapat ditetapkan masuk dalam APBDes dan direalisasikan oleh pemerintah desa.
Selain itu, Syahrir menyampaikan bahwa usulan pemuda, termasuk rencana rehabilitasi lapangan sepak bola yang belum terakomodasi, masih dapat kembali diajukan dan dikawal dalam tahapan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (MusrenbangDes) yang dijadwalkan berlangsung pada Januari 2026, sehingga dapat dipertimbangkan masuk dalam program kerja pemerintah desa pada tahun anggaran berikutnya.
Reporter: Tim Sentra
Editor: Redaksi

























