Halbar – Forum Masyarakat Peduli Telaga Rano (FMPT) menggelar aksi demontrasi menolak rencana proyek Geothermal Panas Bumi di Talaga Rano Halmahera Barat, Senin (17/11)
Dalam aksi ini, para demonstran meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat agar segera membatalkan rencana Proyek Panas Bumi yang akan beroperasi di kawasan tersebut.
“Talaga Rano adalah tanah leluhur kami, tanah yang subur, tanah yang menghidupkan masyarakat sekitar. Sumber air di sana yang sampai saat ini menjaga kehidupan kita,” terang Rheyn, salah satu demonstran dalam orasinya.
Ia mengatakan, 16.000 Hektar lahan di kawasan Talaga Rano adalah tanah ulayat milik masyarakat adat Suku Sahu. Kehadiran Geothermal menurutnya hanya akan merusak lingkungan dan kehidupan warga.
“Kami hidup dengan cengkeh, pala, dan kelapa, bukan dengan perusahaan apalagi geothermal. Untuk itu, geothermal panas bumi segera angkat kaki dari tanah leluhur kami,” tegas Ongen, orator lainnya.
“Kami berhak pertahankan tanah ulayat kami. Hal ini sejalan Pasal 18B ayat (2) UUD 1945, tentang pengakuan dan penghormatan negara terhadap hukum adat. Pasal 28I ayat (3) UUD 1945, tentang identitas budaya dan hak masyarakat tradisional,” lanjut Ongen.
Menurutnya, proyek tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok Agraria (UUPA). Juga Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012, yang menegaskan bahwa hutan adat bukan hutan negara. Selain itu juga bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Masa aksi aksi juga menyayangkan ketidakhadiran bupati, wakil bupati, sekda dan pejabat lainnya untuk menemui masa aksi. Oleh karena itu, masa aksi mengancam akan memboikot air bersih yang selama ini di konsumsi oleh masyarakat Halmahera Barat yang sumbernya berasal dari daerah Sahu.
“Apabila aksi kami tidak di indahkan, maka kami akan memboikot akses air bersih yang di konsumsi oleh seluruh masyarakat Halmahera Barat, dan terus melakukan aksi mogok terkait hadirnya Geothermal Panas Bumi,” ungkap Risnal, salah demonstran dalam orasinya.
Sementara itu, Bupati Halmahera Barat, James Uang dan Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhammad, tidak berada di tempat dengan alasan keluar daerah.
Reporter: Tim Sentra
Editor: M. Rahmat Syafruddin


























