Halteng – Masyarakat Desa Lelilef Waibulen dan Lelilef Sawai, Kecamatan Weda Utara, memboikot akses jalan pengiriman logistik menuju PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) sebagai bentuk protes atas belum diresponsnya tuntutan warga lingkar tambang, Rabu (01/4).
Aksi tersebut dilakukan warga yang tergabung dalam Front Fakawele Lingkar Tambang setelah lima tuntutan utama yang sebelumnya disuarakan dalam aksi demonstrasi selama dua hari belum direalisasikan pihak perusahaan.
Warga menilai dampak aktivitas pertambangan telah berada pada titik mengkhawatirkan, terutama terkait krisis air bersih, meningkatnya polusi debu yang berdampak pada kesehatan, kerusakan hunian warga, tuntutan transparansi dana CSR/PPM, serta ancaman terhadap mata pencaharian masyarakat.
Koordinator Lapangan Front Fakawele, Simon Burnama, menegaskan aksi boikot akan terus dilakukan hingga perusahaan menunjukkan itikad baik.
“Kami tetap boikot selama tuntutan belum direalisasi oleh IWIP,” tegas Simon.
Ia juga menyatakan masyarakat siap menggalang massa lebih besar jika tuntutan tidak segera ditindaklanjuti, bahkan berpotensi meluas menjadi aksi demonstrasi dan pemboikotan dalam skala lebih besar.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih mendesak manajemen IWIP segera merespons dan bertanggung jawab atas dampak sosial serta lingkungan yang dirasakan masyarakat lingkar tambang.
Reporter: Tim Sentra
Editor: Redaksi


























