Ternate – Kementerian Pendidikan dan Menengah (Kemedikdasmen) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara tetapkan Kelurahan Dorari Isa, Kecamatan Pulau Hiri menjadi Kampung Rintisan Bahasa Daerah.
Hal tersebut tergambar pada kegiatan Pra Festival Pencanangan Rintisan Kampung Bahasa yang berlangsung di pelataran Kantor Kelurahan Dorari Isa, Rabu, (3/9).
Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan upaya pelestarian Bahasa Daerah agak tidak tergilas zaman.
“Pada awalnya kegiatan revitalisasi bahasa daerah sesungguhnya sudah dilaksanakan dari tahun 2022 oleh Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara. Akan tetapi, dalam prosesnya kegiatan ini sudah mengintervensi di kurikulum pendidikan,” ucap Nukman selaku kepala Balai.
Ia meyakini, bahwa dalam proses mengembalikan bahasa Daerah ke benteng terakhirnya, yakni sebagai perlindungan dan pelestarian bahasa agar tidak tergilas oleh zaman.
“Kami pada tahun ini melakukan aktivitas revitalisasi bahasa daerah di 10 kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara. Akan tetapi, khusus untuk kampung bahasa daerah kita baru langsungkan di Kota Ternate,” katanya.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut semua elemen masyarakat dan Pemerintah dapat melangkah bersama dalam upaya perlindungan dan pelestarian bahasa daerah.
“Harapannya dari sini kita semua dapat melangkah bersama, dan mudah-mudahan di kelurahan-kelurahan yang lain juga hal yang sama bisa dilakukan,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Kelurahan Dorari Isa, Ramli Ali dalam sambutannya mewakili Camat Pulau Hiri menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara atas kerja sama dan dukungan yang diberikan,” ujarnya.
Ramli menuturkan, dalam upaya pelestarian bahasa daerah yang merupakan identitas jati diri sekaligus warisan budaya yang sangat berharga bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.
“Melalui rintisan Kampung Bahasa Daerah ini, kami berharap lahir ruang-ruang pembelajaran, praktik, dan kreativitas masyarakat dalam menggunakan bahasa daerah di berbagai lini kehidupan,” tutur Ramli.
Lebih lanjut, ia menambahkan, pemerintah Kelurahan berkomitmen untuk terus mendukung program ini agar berkembang secara berkesinambungan, dengan melibatkan masyarakat, pemuda, komunikasi belajar maupun lembaga pendidikan setempat.
Pihaknya berharap, dengan kegiatan ini dapat memperkuat rasa cinta terhadap bahasa daerah sekaligus menjadi inspirasi bagi kelurahan maupun desa lain yang ada di Maluku Utara.
“Mari kita jadikan bahasa Ternate bukan sekadar warisan, tetapi kebanggaan. Jika kita mencintainya, maka bahasa ini akan terus hidup di hati dan lidah generasi kita,” tandasnya.
Reporter: Gusti
Redaktur: M. Rahmat Syafruddin


























