Salam Perjuangan!

“Thinking globally and act locally”

Politik jelang Musda BPD HIPMI Malut semakin dinamis. Mengkonfirmasi bahwa; organisasi ini penting dan strategis dalam menyuplai sumber daya generasi untuk ambil bagian dalam profesi ke-pengusahaan (muda) sebagai ruang berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Tentu, dibutuhkan kepemimpinan yang secara kualitas; bukan saja mengerti akan dinamika internal, tetapi juga mampu menuntun ke-jayaan organisasi untuk terus adaptif terhadap berbagai dinamika eksternal.

Salah satu kunci dari “kualitas” dimaksud adalah figur pemimpin yang open minded, punya visi ke-pengusahaan (muda) yang “touch-able” dengan kebutuhan masa depan anak muda, serta memosisikan organisasi HIPMI Malut sebagai penyuplai sumber daya kesejahteraan generasi dengan terus berikhtiar untuk mengambil bagian dari setiap jengkal investasi dan usaha yang dewasa ini massif terjadi di Maluku Utara.

Saya memahami dan mengapresiasi; Kawan-kawan muda di pusat-pusat peradaban (kota) se-Maluku Utara yang berpusat di Ternate secara “organis” merasa se-nasib dan se-penanggungan dengan Caketum FIRDAUS AMIR, justru telah menyusun “proposal perubahan” dengan memprakarsai sebuah gerakan “Poros Kota” lewat baliho-baliho yang bertuliskan “Akar DESA Visi GLOBAL”.

Hal tersebut memberi sinyal kuat akan pentingnya reposisi dan reorientasi HIPMI Maluku Utara yang di yakini selama ini ada dalam stereotip “statusquo” sebagai akibat dari penampilan organisasi dengan standar visi yang lebih mengorientasikan kepentingan jangka pendek, ketimbang visi besar yang menyasar keragaman para pengusaha.

Akibatnya, HIPMI terasa paguyuban, bahkan jauh dari khittah-nya sebagai organisasi profesi; tempat bergumul dan berkaryanya anak-anak muda pengusaha dalam menyusun ‘road map’ lingkungan organisasinya yang kelak dapat di kontribusikan untuk kemajuan Maluku Utara.

Supporting moral dari kawan-kawan “Poros Kota” adalah bukti shahih di perlukannya pembaharuan organisasi dalam merambah dinamika serta tantangan masa datang yang akan melingkupi HIPMI Maluku Utara.

BACA JUGA   Saria dan Laut yang Tak Pernah Ingkar Janji

Tak sekedar harapan; namun tentu kawan-kawan muda yang ada di pusat peradaban (Kota) Ternate ingin menyusun sebuah peta jalan organisasi yang bertumpu pada kualitas kepemimpinan yang bebas dari kehendak “komunal” juga dapat menjadi “trigger” bagi bertumbuhnya pengusaha-pengusaha muda Maluku Utara tanpa di bebani oleh tukar tambah kepentingan akibat dari bias “kekuasaan” yang membuat organisasi ini tidak lagi independen dan hanya ada untuk mewakili suatu pihak dan/atau kelompok kepentingan politik parsial.

Dengan mengatakan “Akar DESA Visi GLOBAL,” Kawan-kawan “Poros Kota” telah dengan sadar memasok energi baru organisasi untuk terus tumbuh, mekar, dan berkembang menjadi penyumbang bagi kesejahteraan generasi dan terus selaras dengan kepentingan dan kemajuan Maluku Utara.

Hemat saya ini adalah semacam ‘interupsi’ kawan-kawan muda pengusaha yang memiliki “hope” juga sebagai “moral call” untuk menjadi bagian dari sejarah akan tanah tumpah darahnya. Di sini “dodomi” HIPMI Maluku Utara akan di kembalikan; lalu sejarah akan menulis bahwa karya dan kontribusi anak muda akan terus hidup.