Ombak laut Taliabu bukan sekadar pemandangan bagi Fito, melainkan saksi perjuangannya menembus jarak, waktu, dan keterbatasan ekonomi demi sebuah cita-cita.

Di usia 17 tahun, mahasiswa baru asal Maluku Utara ini menempuh tujuh hari perjalanan laut menuju Depok untuk satu tujuan: menjadi mahasiswa Universitas Indonesia (UI).

Fito didaulat membacakan janji mahasiswa Universitas Indonesia, Foto: Dok. UI

Lahir dari keluarga petani sederhana di Taliabu, Fito tumbuh dalam lingkungan yang jauh dari hiruk pikuk kota besar. Ia terbiasa membantu orang tua di kebun setiap sore sepulang sekolah. Namun di balik tangan kasarnya yang akrab dengan tanah dan cangkul, tersimpan tekad kuat untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin.

Sejak duduk di bangku madrasah, Fito dikenal tekun dan berprestasi. Ia bukan hanya gemar membaca dan menghafal, tetapi juga aktif di berbagai ajang kompetisi daerah hingga nasional.

Perjalanannya di dunia lomba dimulai pada Juli 2023, ketika ia meraih Juara 3 Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Bidang Geografi Tingkat Kabupaten Pulau Taliabu, dan dipercaya menjadi peserta KSM Bidang Geografi Tingkat Provinsi Maluku Utara pada Agustus 2023.

Fito mengikuti lomba sains madrasah tingkat provinsi, Foto: Istimewa

Setahun kemudian, kiprahnya semakin bersinar. Pada April 2024, Fito menjuarai MTQ Cabang Lomba Fahmil Qur’an Tingkat Kabupaten Pulau Taliabu, yang membawanya mewakili daerahnya di ajang MTQ Tingkat Provinsi Maluku Utara pada Juni 2024.

Masih di tahun yang sama, kemampuannya dalam bahasa Arab mengantarkan Fito meraih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Provinsi Maluku Utara di Ternate pada Agustus 2024. Prestasi itu membuatnya terpilih sebagai Perwakilan Maluku Utara di Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Nasional 2024, yang digelar di Jakarta pada 13 November 2024.

Di balik deretan prestasi itu, Fito tetap sederhana. “Tiket kapal saya beli dari uang patungan adik-adik ayah,” tuturnya pelan. Kamis (9/10).

BACA JUGA   Sagu Lempeng Tidore: Kuliner Lokal Warisan Budaya

“Mereka ingin lihat saya kuliah, jadi saya tidak mau sia-siakan,” lanjut Fito.

Fito saat mengikuti Olimpiade Bahasa Arab tingkat provinsi, Foto: Istimewa

Setibanya di Depok, perjuangan baru dimulai. Biaya kuliah bukan hal ringan bagi keluarganya, namun Fito tak menyerah. Ia mengajukan penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan mendaftar Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Setelah proses panjang dan doa yang tak putus, kabar baik datang: permohonan UKT diterima dan Fito resmi menjadi penerima KIP-K tahun 2025.

“Rasanya lega sekali, saya bisa fokus belajar tanpa terlalu memikirkan biaya,” ungkap Fito.

Ketekunan dan semangatnya bahkan membuat panitia Kegiatan Awal Mahasiswa Baru (KAMABA) UI 2025 mempercayakan Fito membacakan Janji Mahasiswa UI di depan ribuan peserta.

Momen itu menjadi puncak kebanggaan bagi dirinya—anak desa yang menempuh tujuh hari perjalanan laut kini berdiri di podium kampus bergengsi. Ketika ditanya bagaimana ia akan memanfaatkan bantuan KIP-K, Fito tersenyum malu.