Fito bersama kontingen Kabupaten Taliabu pada MTQ tingkat provinsi Maluku Utara, Foto: Istimewa

“Saya belum punya laptop, jadi setiap bulan saya mau menabung sedikit demi sedikit,” ujarnya.

“Kalau sudah cukup, saya mau kirim sebagian ke orang tua di Taliabu. Mereka sudah bantu saya sejauh ini, saya ingin bantu balik, walau tidak banyak,” terang Fito.

Kini Fito menempuh pendidikan di Program Studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI. Di tengah kesibukan kuliah, ia aktif mengikuti kegiatan literasi dan beradaptasi dengan lingkungan baru yang sangat berbeda dari kampung halamannya. Namun di hatinya, Taliabu tetap menjadi rumah dan alasan terbesar untuk berjuang.

“Suatu hari nanti, saya ingin pulang dan jadi dosen. Saya ingin bantu anak-anak di desa agar bisa bermimpi setinggi saya,” ujarnya mantap.

Fito  mengikuti Olimpiade Bahasa Arab tingkat nasional, Foto: Istimewa

Perjalanan Fito adalah potret nyata semangat anak muda dari Timur Indonesia, mereka yang melawan keterbatasan dengan keberanian dan kerja keras. Tujuh hari di laut mungkin panjang, tapi bagi Fito, setiap gelombang adalah langkah menuju masa depan yang ia ukir dengan doa, tekad, dan cinta pada keluarga.

Penulis: Karmila

BACA JUGA   Ibu Tanti dan Bengkel Radiator Sederhana Miliknya