Ternate – Jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI BPD HIPMI Maluku Utara, tensi internal organisasi kian memanas. Ketua BPD HIPMI Maluku Utara, Sofyan Sangadji, dituding melakukan pembangkangan terhadap arahan serta keputusan Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI terkait penetapan tuan rumah Musda.

Sikap Ketua BPD HIPMI Maluku Utara tersebut diduga turut dipengaruhi oleh Korwil BPP HIPMI Indonesia Timur yang juga mantan Ketua BPD HIPMI Maluku Utara, Bachtiar Kader.

Dugaan ini disampaikan Nurcholish Rustam, juru bicara Calon Ketua BPD HIPMI Maluku Utara, Firdaus Amir. Nurcholish menyebut bahwa polemik soal penempatan lokasi Musda tidak hanya dipicu oleh sikap BPD, tetapi juga diduga melibatkan Korwil BPP HIPMI Indonesia Timur.

“Korwil diduga ikut bermain dalam tarik-menarik penentuan lokasi Musda. Kami menduga Bachtiar juga menjadi aktor di balik persoalan ini,” ujar Nurcholish dalam keterangannya. Jumat (21/11).

Menurutnya, posisi Koordinator Wilayah (Korwil) seharusnya menjadi perpanjangan tangan BPP di daerah untuk membantu menyelesaikan permasalahan, bukan justru memperkeruh situasi atau berdiam diri saja. Ia mengklaim pihaknya menerima informasi bahwa Korwil turut mengatur skenario pembangkangan BPD terhadap instruksi BPP.

“Sebagai Korwil, semestinya ia menjaga marwah organisasi. Namun justru diduga menjadi bagian dari masalah yang terjadi di BPD,” tegasnya.

Nurcholish mendesak Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, untuk segera mengambil langkah tegas. Ia meminta BPP menertibkan Korwil Indonesia Timur maupun BPD HIPMI Maluku Utara demi menjaga wibawa organisasi.

“Saya meminta Ketum BPP HIPMI untuk segera menindak Korwil dan BPD Maluku Utara agar menjadi contoh ketegasan dalam menjaga marwah HIPMI,” pungkasnya.

Reporter: Tim Sentra

Editor: M. Rahmat Syafruddin

BACA JUGA   Desa Oba Kota Tidore Raih Juara Nasional Desa Teladan