Karena itu, riset tidak diarahkan untuk menyeragamkan cerita, melainkan mendokumentasikan keragaman tradisi lisan sekaligus memahami konteks sosial dan budaya yang melatarbelakanginya.

Tim peneliti BRIN tidak hanya menggali alur cerita, tetapi juga berbagai elemen budaya yang menyertainya, seperti karakter tokoh, relasi antartokoh, pakaian, senjata, kapal, lanskap kepulauan, simbol, kuliner, hingga gambaran kehidupan masyarakat yang terdapat dalam narasi.

Berbagai elemen tersebut dinilai berpotensi menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan subsektor ekonomi kreatif, mulai dari seni pertunjukan, kriya, kuliner, fesyen, film, fotografi, penerbitan, komik, arsitektur, hingga gim digital dan penyelenggaraan acara.

Dengan pendekatan tersebut, cerita rakyat tidak berhenti sebagai dokumentasi masa lalu, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk budaya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas daerah.

Pengembangan potensi tersebut tetap perlu dilakukan dengan menghormati nilai, konteks, serta hak budaya masyarakat sebagai pemilik pengetahuan dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Manfaat sosial, budaya, dan ekonomi juga diharapkan dapat kembali dirasakan oleh masyarakat.

Legenda Putri Dehegila juga berpotensi dipadukan dengan kekuatan pariwisata Morotai. Lanskap pulau-pulau yang menjadi bagian dari legenda dapat dikaitkan dengan pengalaman wisata, sementara tokoh, cerita, simbol, dan artefak budaya dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif.

Riset BRIN bersama Universitas Khairun tersebut dirancang berlangsung selama tiga tahun. Pada tahap pertama yang dilaksanakan pada 2026, tim peneliti berfokus pada inventarisasi cerita rakyat serta identifikasi berbagai elemen naratif dan budaya yang memiliki potensi dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif.

Tahap berikutnya akan diarahkan pada pengembangan dan implementasi berbagai keluaran riset. Dengan demikian, penelitian tidak berhenti pada dokumentasi dan publikasi, tetapi dilanjutkan menuju pemanfaatan hasil riset bagi masyarakat dan daerah.

BACA JUGA   Revitalisasi SMPN 11 Halsel Disorot, Warga Pertanyakan Papan Proyek dan Transparansi Anggaran

Tim peneliti berharap proses tersebut dapat dilakukan secara kolaboratif bersama Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, kesultanan, pelaku usaha, investor, UMKM, komunitas adat, pelaku seni dan budaya, serta seluruh elemen masyarakat Morotai.

Kolaborasi dinilai penting karena pengembangan cerita rakyat sebagai sumber ekonomi kreatif tidak dapat dilakukan hanya oleh lembaga penelitian. Masyarakat sebagai pemangku pengetahuan dan kebudayaan harus menjadi bagian utama dalam proses pengembangan tersebut.

Riset tentang Putri Dehegila diharapkan tidak hanya mendokumentasikan kembali legenda yang telah lama hidup dalam ingatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi Morotai untuk mengembangkan kekayaan budayanya sebagai kekuatan ekonomi baru.

Reporter: Tim Sentra

Editor: Redaksi