“Lembaga akademik dapat memberikan pendampingan, mulai dari peningkatan hasil tangkapan, efisiensi produksi, hingga strategi untuk meningkatkan pendapatan nelayan,” ujar Rektor.
“Selain itu, persoalan lain yang muncul adalah banyaknya kapal bersandar di wilayah perairan, yang turut memengaruhi tingkat tangkapan. Meskipun pendapatan nelayan meningkat karena harga ikan tinggi, kondisi ini tidak boleh membuat produktivitas nelayan menurun,” tandasnya.
Karena itu, sosok kelahiran Guruapin, Kayoa, tersebut menekankan agar perguruan tinggi turut masuk dalam model penelitian yang dikembangkan Bupati. Unsur ini akan membantu memaksimalkan potensi nelayan, memastikan produksi perikanan tetap ditingkatkan, dan menjaga agar nelayan tetap produktif, bukan hanya bergantung pada kenaikan harga ikan semata.
Di akhir sidang, Bupati Halteng sekaligus Promovendus mengungkapkan bahwa pendidikan merupakan jalan utama untuk mengubah banyak hal: mengubah pola pikir, memperbaiki kehidupan, hingga memengaruhi cara kita bergaul. Melalui pendidikan, kita akan memiliki lebih banyak teman, jaringan, dan relasi yang bermanfaat, serta memberikan landasan berpikir kritis dan mendalam.
Sebagai motivasi, politisi partai Golongan Karya (Golkar) mengatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah kunci untuk keluar dari kehidupan yang stagnan.
“Karena itu, saya mendorong seluruh mahasiswa Halmahera Tengah agar segera menyelesaikan pendidikannya. Jangan hanya berhenti pada S1 atau S2, tetapi bila memungkinkan lanjutkan hingga S3,” ungkap Ikram.
“Mengejar ilmu setinggi mungkin, bahkan hingga ke negeri Cina, adalah sebuah keharusan untuk membuka jalan menuju perubahan yang lebih baik,” pungkasnya.
Reporter: Tim Sentra
Redaktur: Arifin M. Ade

























