Ternate – Pernyataan Muhaimin Iskandar yang meminta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk melakukan taubat nasuha dinilai tendensius oleh Kader Golkar Maluku Utara, Muis Djamin.
Muis Djamin menilai pernyataan Muhaimin tersebut sangat politis. Menurut Muis, mestinya dalam suasana duka, para pemangku kebijakan harusnya fokus merumuskan langkah-langkah cepat dan tepat untuk penanganan korban bukan bermain politik dalam bencana kemanusiaan.
“Pernyataan tersebut selain memberi kesan ke publik, bahwa jajaran menteri kabinet Prabowo- Gibran tidak lagi solid,” ujar Muis. Kamis (4/11).
Muis mengaku, dirinya sebagai kader Golkar di daerah menyayangkan pernyataan Muhaimin tersebut. Terutama dalam situasi bencana yang sedang menimpa sejumlah wilayah di Sumut, Sumbar dan Aceh.
“Kami sebagai kader Golkar sangat menyayangkan pernyataan tersebut, terutama dalam suasana duka saat ini,” tandasnya.
Sebelumnya Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia, Muhaimin Iskandar menjadi sorotan usai meminta tiga menteri melakukan taubatan nasuha buntut dari bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sebagian wilayah Sumatera dan Aceh.
Reporter: Tim Sentra
Editor: M. Rahmat Syafruddin


























