Talaga Rano, bagi saya, adalah simbol dualitas antara peluang dan tanggung jawab. Dan melalui tulisan ini, saya ingin mengajak pembaca, bukan hanya untuk mengagumi keindahan danau, tetapi juga merenungkan peran kita dalam menjaga dan mengelola warisan alam ini agar tetap lestari bagi generasi yang akan datang.

Kini, pertanyaannya sederhana namun mendesak: apakah kita memilih jalan keberlanjutan yang berpihak pada alam dan masyarakat, atau membiarkan Talaga Rano menjadi catatan kelam dalam sejarah pembangunan Halmahera Barat?

Penulis:

Gusti Ramli (Ketua Umum SEMAHABAR Kota Ternate)

BACA JUGA   GPM Halsel Dorong Penegakan Hukum Terhadap ASN dan Perangkat Desa yang Terlibat Politik Praktis