Halsel- Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Kepala Dinas Perhubungan menanggapi sorotan Badan Koordinasi (Badko) HMI Maluku Utara terkait tidak beroperasinya pelabuhan penyebrangan desa Indari dan desa Loleo Jaya.
Dalam wawancara via-telepon, Ramly Manuy, Kepala Dinas Perhubungan Halmahera Selatan menuturkan, pelabuhan Indari dan pelabuhan Loleo Jaya bukan pelabuhan penyebrangan. Melainkan dermaga yang dibangun oleh Kementerian Perhubungan yang dikelola oleh UPP Babang.
“Bukan Dishub itu punya Kementerian, yang kadang menyulitkan kami untuk mengarahkan kapal-kapal tersebut singgah di pelabuhan itu karena ketika izin trayek yang dikeluarkan kementerian tidak tercantum nama-nama pelabuhan tersebut, jadi agak sulit untuk memaksakan,” tutur Ramly, Selasa, (16/12).
Ia menjelaskan, masalah kapal yang beroperasi di Halmahera Selatan, rata-rata kapal swasta yang berorientasi keuntungan.
“Jadi kalau pelabuhan yang disinggahi tidak maksimal penumpangnya, pasti sulit, karena mereka mengejar keuntungan,” jelasnya.
Lebih lanjut, kata Ramly, pihaknya telah melakukan rapat dengan pemilik kapal, agen dan UPP Babang. Mereka menyepakati bahwa KM Venensian yang akan melakukan pelayanan di pelabuhan Indari dengan mencantumkan Rencana Pengoperasian Kapal (RPK).
“Sementara untuk pelabuhan Loleo Jaya kemungkinan belum bisa. Karena menurut pihak kapal hal ini disebabkan oleh gerak kapal yang sedikit kesulitan karena ada kedangkalan pada permukaan air laut, kami masih telusuri kebenarannya, dan insya Allah besok kami diskusi lagi dengan pihak UPP Babang, pihak kapal, agen dan perwakilan masyarakat Loleo Jaya,” tutupnya.
Reporter: Tim Sentra
Editor: M. Rahmat Syafruddin


























