Tidore – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar Rapat Evaluasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Tidore Kepulauan pada Kamis, (05/3).
Rapat evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, didampingi Wakil Wali Kota Ahmad Laiman. Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, para Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Plt. Direktur PDAM Ake Mayora.
Dalam arahannya, Wali Kota Muhammad Sinen menegaskan bahwa meskipun terdapat kebijakan penurunan anggaran Transfer ke Daerah (TKD), seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan diharapkan tetap mampu mengelola seluruh potensi daerah secara optimal, transparan, dan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, setiap aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, karena seluruh aparatur digaji oleh negara untuk menjalankan tugas pelayanan publik.
“Torang yang ada ini punya tanggung jawab yang sama. Kita dibayar oleh negara dan ditugaskan oleh negara untuk melayani masyarakat. Untuk itu saya meminta kepada semua untuk bekerja dengan baik, jujur dan akuntabel. Saya minta sekali lagi torang kejar pendapatan, tapi jangan lupa tenaga yang ditugaskan juga harus diperhatikan,” ujar Muhammad Sinen.
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya menjaga serta meningkatkan potensi PAD yang ada melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya dengan memperhatikan pengembangan sektor pariwisata, pembangunan fasilitas wisata, penyediaan homestay, serta peningkatan kualitas pelayanan publik yang dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan daerah.
Ia juga menyadari bahwa setiap kebijakan strategis yang diambil pemerintah tidak selalu mendapat respons yang sama dari masyarakat. Namun demikian, berbagai kritik maupun protes harus dijadikan sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kinerja.
“Hal-hal strategis atau kebijakan yang diambil pasti akan dinilai negatif dan positif. Ada yang setuju maupun tidak, tetapi tujuan kita bersama agar pendapatan daerah ini meningkat dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Setiap ada yang protes, jadikan itu sebagai motivasi dan penyemangat,” katanya.
Mengakhiri arahannya, Muhammad Sinen meminta seluruh OPD pengelola PAD agar terus bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya serta mengembangkan potensi yang ada agar sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah.
Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kinerja, menghilangkan ego sektoral, serta memperkuat komunikasi dan kolaborasi lintas sektor demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Tidore Kepulauan di masa mendatang.
Reporter: Tim Sentra
Editor: Redaksi


























