Ternate – Seorang pria yang sempat melakukan tindakan bunuh diri di rusunawa Unkhair Ternate di kelurahan Fitu, kecamatan Ternate Selatan pada, Kamis (08/1) terungkap motifnya.
Awalnya, pria tersebut sempat menggantung dirinya pada seutas tali dilantai tiga rusunawa. Beruntung, upaya tersebut berhasil digagalkan oleh penghuni rusunawa setelah kejadian diketahui oleh saksi mata.
Kapolsek Ternate Selatan Ipda Fatmawati Sukur, melalui Kasi Humas Polres Ternate Ipda Sudirjo, menjelaskan bahwa peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 04.50 WIT. Korban diduga mencoba mengakhiri hidupnya di lantai tiga rusunawa menggunakan seutas tali.
“Korban merupakan mahasiswa semester III Fakultas Teknik Pertambangan Universitas Khairun. Beruntung, aksi tersebut segera diketahui oleh teman-teman korban yang langsung melakukan penyelamatan dan evakuasi,” jelas Ipda Sudirjo.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, khususnya kakak kandung korban, sebelum kejadian korban sempat menghubungi keluarga melalui telepon seluler.
Dalam percakapan tersebut, korban menyampaikan adanya kesalahan sistem nilai mata kuliah (error) yang membuatnya dinyatakan tidak lulus, serta mengungkapkan permintaan maaf kepada keluarga.
“Keluarga menjelaskan bahwa korban mengalami tekanan psikologis dan depresi karena merasa gagal dalam perkuliahan serta takut mengecewakan orang tua,” tambahnya.
Setelah berhasil diselamatkan, korban langsung dilarikan ke RSUD Chasan Boesorie Ternate menggunakan mobil Polsek Pulau Ternate sekitar pukul 05.15 WIT untuk mendapatkan penanganan medis.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami luka memar di bagian leher. Saat ini kondisi korban dilaporkan mulai membaik, namun masih membutuhkan perawatan dan pemantauan intensif dari tim medis.
Pihak kepolisian memastikan situasi di lokasi kejadian dalam keadaan aman dan kondusif. Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga serta rumah sakit terkait penanganan lanjutan terhadap korban.
Kasi Humas Polres Ternate turut mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak memendam permasalahan sendiri.
Ia mengajak siapa pun yang mengalami tekanan psikologis untuk berani mencari bantuan dengan berbagi cerita kepada keluarga, teman, atau pihak terkait.
“Kepedulian terhadap kesehatan mental sangat penting. Dukungan dari lingkungan sekitar dapat menjadi kunci mencegah terjadinya peristiwa serupa,” tandasnya.
Reporter: Tim Sentra
Editor: Redaksi


























